ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Congrat to Obama

Congrat to Barrack Obama yang terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Presiden Kulit Hitam pertama bagi AS. Presiden Afrika Amerika pertama. Semoga apa yang dikampanyekan selama ini dibuktikan dan dilaksanakan. Dan Amerika dibawah kepemimpinannya, dapat membawa kedamaian & kestabilan di seluruh dunia.

Melihat Pemilu di AS sampe saat terakhir pengumuman-nya, saya bener2 terkesan. Kayaknya nga ada yang rusuh2, ribut2, protes2. Semuanya berjalan dengan damai dan tenang. Nga ribet atau pekewuh lah. Sampe pada pidato kemenangannya. Sungguh malam yang indah. Atau seperti kata George Bush, ‘malam yang mempesona’. Bagaimana John Maccain menanggapinya. Salut to bapak yang satu ini, bukannya ribut2 ke pengadilan menuntut adanya kecurangan **kebanyakan nonton pilkada**, malah di pidato-nya, si bapak ini akan mendukung & mendukung Obama membawa Amerika ke arah yang lebih baik. Hal yang jarang ditemui disini ini :D . Benar2 terkesan dengan para punggawa politik AS dah. Jika kalah mengakui kekalahan dan malah mendukung satu sama lain.

Saya suka Obama bukan akibat adanya keterikatan emosi karena beliau pernah tinggal di Jakarta apalagi adanya hubungan darah hehehhehe………. Bapak yang satu ini terlihat berbeda dan ada aura perubahan, semangat dan hal baik dalam dirinya. Meski sebenarnya saya sangat suka Hillary Clinton. Cuman sayangnya kalah ketika pemilihan Capres dari Partai Demokrat. Yah semoga dengan terpilihnya beliau, hal baik dan damai akan terwujud di dunia. Stop Perang dah………….

  • 6 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Perang Tiada Akhir

    Sebelum melangkahkan kaki ke RSPP, saya berdoa, agar hasil CTSCAN yang sudah dijalani sebagai test yang katanya teliti sekali, akan mengakhiri spekulasi yang diperdebatkan oleh otak dan nurani saya mengenai teka-teki penyakit yang menggerogoti tubuh ini. Pukul 7.15 pm saya tiba di RSPP, daptar dan segera ke pool klinik internist. Karena sepi/kosong, saya langsung mendapat kesempatan untuk bertemu dokter, meski sebelumnya menunggu beberapa saat karena hasil CTSCAN belum datang.

    Read the rest of this entry »

  • 3 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Kajian Ilmiah Mengenai Kentut

    Hua ha ha.. ngakak deh tapi perlu untuk disimak

    Kentut sering dijauhi, kentut sering dihina, kentut sering dianggap anak haram karena kadang nggak diketahui siapa yang melahirkannya ke dunia ini, mari kita liat masa lalu kentut…kasian mereka…

    Dari mana asal kentut ?
    Dari gas dalam usus. Gas dalam usus berasal dari udara yang kita telan, yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia & gas dari bakteri dalam perut.

    Apa komposisi kentut ?
    Bervariasi. Makin banyak udara anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (oksigen dari udara terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut & cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana & hidrogen. Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus. Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen. (Makanya jangan suka nahan kentut).

    Read the rest of this entry »

    Tes Kehamilan

    Setelah 3 hari lamanya berjibaku menahan sakit, akhirnya malam ini saya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Sebelumnya, saya mencoba menghubungi segelintir orang untuk mencari tau, apakah kira2 mereka bisa diajak ke pihak yang berwajib. Dari penggalian data diketahui bahwa saya akan berangkat sendiri. Sebenarnya mereka tidak menolak karena saya memang tidak mengajak, melainkan dari pembicaraan singkat yang diselingi gelak tawa, kesimpulan yang diambil bahwa saya tidak bisa mengandalkan pihak2 manapun. Meski sakit melilit, saya bertolak berangkat ke pihak berwajib ***RSPP** untuk menyerahkan diri.

    Sampe di tempat tersebut, langsung menuju IGD dan oleh petugas security saya langsung dibawa ke kamar no 07. Okeh, melalui wawancara yang panjang dengan petugas terkait mereka langsung melakukan test standar. Komandan-nya pun datang dan melakukan beberapa check dan kembali musti diwawancara. Sampe pada kesimpulan bahwa saya musti di test darah+urine ***lageee…… ***. Test Hari Sabtu kemaren diulang kembali pyuhhhh………

    Cerita pertama, sebelum tes urine+darah, saya musti minum obat. Sang petugas membawa air dan obat serta peralatan lainnya. Berikut petikan pembicaraan :
    P : Mba Ida, minum obat dulu yah sebelum tes
    K : (mulai gelisah) Waduuhh, saya nga bisa minum obat pake air. Yakin dah, ntar muntah. Adakah sesuatu yang bisa saya makan sebelumnya. Paling tidak untuk nemeni si obat masuk ke dalam **cengar cengirr***
    P : (tersenyum geli) Ok, bentar yah mba.

    Read the rest of this entry »

    Tersandung Kasus

    Menurut ramalan sayah, bahwa kasus Notebook terdahulu akan diusut ternyata menjadi kenyataan. Saya siy tidak takut dengan jumlah, pengadaan atau apapun kejadian di Bulan Januari 2008 dan selanjut-lanjutnya. Karena saya cuman taunya terima dari vendor, check notebook, setting/install aplikasi yang dibutuhkan, dan serah terima lagi. Kalau masalah jumlah, pengadaan, kontrak, deal harga — maka jelas saya tidak tau.

    Nah kasus yang menyangkutpautkan nama saya karena ada kesalahan teknis pada check awal Notebook di awal Januari tersebut. Seingat sayah **ingatan saya lumayan bagus**, Notebook sebanyak kurang lebih 45 unit datang di akhir Desember 2007. Kira2 tiga hari sebelum Natal. Sedangkan saya tidak ikut penge-check-an dengan pihak logistik. Saya pergi liburan ke Jogja, untuk mengambil barang2 yang masih ada di kosan lama, untuk dikirim ke Bali maupun yang akan saya bawa ke Jakarta. Pulang dari liburan, saya langsung dihadapkan dengan setting notebook tersebut. Disinilah kesalahan saya dibuat.
    Kesalahan pertama, saya tidak check lagi apakah tuch layar ukurannya 14.1 inch atau nga. Setelah notebook disebar, barulah saya sadar bahwa ada sesuatu yang aneh, karena tuch layar terasa lebih lebar dibandingkan dengan kepunyaan bos saya **notebook sebelumnya***. Jadi ketika saya confirm ulang, barulah terjadi penukaran besar-besaran oleh vendor.
    Kesalahan kedua, kardus notebook sudah secara tidak sengaja digunakan pihak logistik untuk pengiriman barang2 ke site. Jadi, ketika ada yang ingin menukar, kardusnya nga ada. Intinya ketika kejadian itu terjadi saya benar2 dibuat pusing tujuh keliling.

    Tidak ada alasan bagi saya untuk membela diri, karena emang salah dan sudah barang tentu tidak ada yang membela saya :mrgreen: . Kecuali bos sayah mungkin yah.
    Mulai dot pixel setitik sampe soal macem2 saya hadapi. Padahal dot pixel menurut surat edaran resmi dari pihak principal sendiri mengatakan bahwa hal itu dianggap normal jika jumlahnya kurang dari 5/7 titik. Tapi begitulah, bentuk pelayanan kita sebagai seorang ’support’, telinga panas n merah harus tetap tersenyum :mrgreen: .

    Nah sekarang, bayangan 8 bulan yang lalu menjadi kenyataan. Saya tersangkut kasus ini. Jadi tinggal menunggu hasil usut mengusut pihak Audit. Seperti suara yang terdengar oleh saya tadi sore ‘kenalah Nia kasus ini yah’ . Kata saya : ’saya tidak takut’ .

    Jika SP yang diputuskan kepada saya, maka ……… :D :mrgreen: .
    (saya tidak suka ada cacat dalam pekerjaan saya ;) )