15 Oct
Ini suami saya hehehhe…..wkekekkek……pacar saya dink hahhahaha……yah apalah sebutannya dia di hati saya
, dia adalah pemain bola favorit. Entah dia itu lama nga main karena cedera atau nga cetak2 gol atau terkatung2 nasibnya…tetep cinta ma abang yang satu ini.
Saya punya fotonya hahahhaha…….masih ada di dompet. Anak SMA sekali yah. Foto itu saya dapatkan dari Bola. Waktu SMA ngisi formulir terus kirim ke Bola dan uang kalau nga salah 7.500 rupiah. Jatuh hati ma abang tersayang waktu Piala Dunia 1998 di Perancis dulu
. Umurnya 19 tahun, muda, cakep n imut2. Belum lagi waktu dia berlari sendirian menembus pertahanannya Argentina dan mencetak gol untuk mengubah kedudukan menjadi 2-2. Wah so cute qeqeeqeqeq……….Sejak itu saya juga dukung The Reeds, demi si abang lah. Sampe akhirnya dia tersia-siakan di Real Madrid dan jarang main di Newcastle United karena cedera.
Sekarang dah punya tipi, bisa lihat Owen main pas Inggris ngalahin Estonia 3-0. Niy abang masih tetep imut n cakep. Apik mainnya. Masih sakit hati karena Owen nikah nga minta ijin dulu
*ada hubungannya yah
. Semoga bisa membawa Inggris menang di Euro 2008 nanti. Terlebih dahulu, Inggris harus lolos kualifikasi
. Selamat Berjuang Michael
. Always Love U
15 Oct
Selamat ya buat Casey Stoner. Selamat merengkuh titel Juara Dunia MotoGP yang pertama. Oh ya nga lupa juga, Met Ultah *besok, 16 Okt’07 ke 22 tahun. Benar2 dah pembalap masa depan. Pembalap yang bakal gantiin Rossi. Meskipun begitu, selamat juga buat Rossi, meski finish di t4 ketiga di Philips Island, tetep masih jadi Runner Up. Jangan ampe kalah ma Pedrosa yah
. Bagaimana pun jua, saya masih dukung Rossi. Harapan siy, satu team ma Stoner agar saya nga jadi bingung gini. Musim depan tetep dukung Rossi dan Stoner *lha koq ?? Ditambah pembalap kesukaan saya dari 250 cc, Jorge Lorenzo yang akan mendampingi Rossi di Yamaha. Yah bagaimana donk ?? Dukung siapa niy ??
Tetep Rossi dah
. Pembalap2 berbakat memang cepat sekali naik kelas yah. Stoner umur 20 tahun udah naik ke 900cc *2 musim yang lalu. Waktu membalap di 250 cc, saya demen banget ma niy anak. Sekarang giliran Lorenzo yang juga baru berumur 20 tahun. Bingung bingung bingung niy
Ada satu kejadian yang bikin saya senang banget. Sebelum naik podium, terlihat Rossi becanda dengan Stoner. Sikap sportif yang selalu ditunjukkan Rossi sepanjang tahun ini dan tahun2 sebelumnya. Seingat saya, Rossi punya masalah dengan beberapa pembalap sebelumnya……Contoh yang paling nyata, waktu masih ada Max Biaggi dan Sete Gibernau. Ama Hayden baik2 aja nga yah ?? Lupa hehehhe…… Semoga musim depan menjadi tahun kejayaan Rossi dengan Yamahanya. Lupakan 2 musim ini, dan kembali bekerja keras untuk menyongsong balapan musim depan. Sebelum itu, Rossi harus berjuang untuk posisi Runner Up di 2 balapan terakhir. Semangat yah Rossi *The Doctor
9 Oct
Lama yah saya nga nulis tentang F1 :D. Bukannya malas siy, cuman nga sempet wekekek…sok sibuk :p.
Yah selamat buat Kimi tercinta. Great Job for Ferarri. Persaingan ke tangga Juara Dunia Pembalap semakin seru. Kalau gelar konstruktor sudah berada ditangan kami *Ferarri*. Saya siy masih agak marah ma McLaren. Duh kenapa hukumannya cuman begituan aja. Poin dihapus n denda 100 juta Dolar. Yah nyebelin banget. Koq pencurian data2 penting hukumannya hanya segitu aja. Dan saya juga nga suka ama kedua pembalapnya. HEhheehe……saya nga suka Alonso sejak dia gabung Renault dulu. Sombong banget siy waktu dulu. Saya nga akan pernah lupa bagaimana team Renault merayakan kemenangan Alonso waktu dia memenangkan titel juara dunia pertamanya. Mereka menggunakan kaos yang bertuliskan “Schumacher Who”. Ternyata mereka nga kenal ama Schumi yah
. Belum lage gayanya. Duh sebal sebal sebal. Tapi lihat bagaimana dia sekarang. Saya nga suka tapi juga kasihan ma dia. Sejak gabung McLaren kayaknya dia dapet tuch hukuman atas kesombongannya. Kita semua tau lah apa yang menimpa dirinya. Akan lebih baik lagi kalau yang menang Kimi
dan menjadi Juara Dunia, Puassssss banget dah
.
Segitu bencinya kah saya ma McLaren ? Sebenarnya nga siy. Saya suka McLaren, apalagi pas ada Mika Hakinnen. Kalau musim 1997-1998 saya senang tuch dengan persaingan Schumi dan Mika. Belum lage masuk siy yayang tercinta Kimi. Persaingan itu bener2 sehat. Di tahun 2005-2006, ketika Renault jaya2nya, dan Ferarri sepertinya agak susah untuk melawan, McLaren lah yang sanggup melayani. Jujur aja, waktu itu jadi sedikit dukung McLaren, meskipun umbul2 Kuda Jingkrak tetep berkibar.
Sejak musim ini, apalagi Kimi jatuh ke pelukan kami
, ditambah dengan kecurangan McLaren yang “nyuri” datanya Ferarri
, saya bener2 nga suka dech ma tim yang berbasis di Inggris ini. Coba aja nga curang, mungkin jika si Lewis menang di Brasil 2 minggu lagi dan dia jadi Juara Dunia, masih bisa diterima dengan lapang dada. Tapi sekarang seolah semua kemenangannya semu aja. Saya akui dia memang bagus saat membalap. Bahkan Schumi pun pernah mengatakan, bahwa dia akan menjadi pembalap hebat di waktu yang akan datang. Cuman persaingan yang “tidak sehat” ini membuat saya nga rela kalau dia menjadi Juara Dunia Pembalap.
Mari berdoa bersama, agar Kimi meraih gelar Juara Dunia pertamanya bersama Ferarri ![]()
Go go go Ferarri, Cayyooooo………… Forza FERARRI
3 May
Ketika drawing semifinal, banyak teman yang tidak percaya ketika saya mengatakan bahwa yang akan masuk ke Final adalah mereka yang memiliki sejarah fantastis. Ulangan final 2005 pasti akan terjadi. Dan kenyataanya memang demikian. Dua klub tersebut masing2 kalah saat tandang. Tapi langsung menggebrak di kandang. Entah percaya atau tidak, sebenarnya masing2 stadion memiliki tuah sendiri2. Anfield misalnya, terkenal angker. Belum lagi San Siro. Liga Champion musim ini mungkin yang paling menarik. Selain karena club-club yang masuk ke Final adalah club yang mempunyai sejarah sepakbola yang luar biasa di kancah liga internasional. Dan tak hanya itu saja, club tersebut di kompetisi domestik tampil memang labil. Akhhh..bursa taruhan pasti kecele dengan kejadian ini….wkakakakaka…….saya turut menyumbang ketawa aja
:D.
23 Apr
Yessss………..Impian yang menjadi kenyataan. Setelah menyabet Scudetto terakhir tahun ‘89 dan penantian yang panjang selama ini, akhirnya Inter Milan meraih supremasi tertinggi sepakbola Italy. Scudetto kembali ke San Siro dan merupakan Piala yang ke-15.