ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for the ‘Cerita Kania’ Category

Morning All

Hanya ingin mengucapkan selamat pagi pada semua pengunjung blog ini :D ….

Saya tidak pernah menulis bukan berati saya kenapa-kenapa. Terima kasih kepada beberapa orang yang ternyata menjadi pengunjung setia blog ini. Sampai repot-repot menelpon/sms hanya memastikan saya dalam keadaan baik :) . Saya dalam keadaan baik-baik saja. Lebih sehat, lebih segar, lebih bugar, dan lebih sibuuuukkk :D . Saya tidak sempat menulis dikarenakan aktifitas baru yang sedang saya lakukan hampir 4 bulan ini. Dan kenyataan saya mengidap penyakit “M” alias “Malas”.
Saya malas menulis, saya malas “blogwalking” dan malas-malas lainnya. Karena waktu saya u/ onlen sekarang tidak sebanyak dulu juga. Jika punya waktu luang, saya lebih banyak menghabiskannya u/ tidur iihiihihih….. Terkadang ingin menulis, namun karena begitu banyak yang ingin ditulis, langsung dah malas itu datang lagi :D .

Namun, saya ingin kembali ke dunia per-blog-an. Jadi ini sebagai pembuka dari hal-hal yang ingin saya tulis. Semoga “malas” itu tidak datang lagi dan tidak membuat saya “malas” menulis juga :mrgreen: . Sekali lagi, terima kasih kepada pengunjung blog ini, baik terhadap komentar-komentarnya mengenai tulisan saya maupun “perhatiannya” kepada si penulis sendiri. Selamat pagi semua. Have a Nice Weekend :)

  • 7 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Matahari

    Sepanjang sore ini mata saya tertuju pada satu sinar terang yang menyinari dunia tanpa kenal lelah. Meski kadang tertutup awan, matahari tetaplah ada. Sepertinya sudah lama saya tidak melakukan ritual ini. Yah, kerja pagi, sebelum matahari terbit sudah berangkat ke kantor. Di kantor, nga keluar2 lagi, sampe sore atau bahkan malam menjelang u/ berangkat kembali ke rumah.

    Sungguh keajaiban rasanya bisa melihat sinarnya, meski sudah sore. Matahari bagi saya memiliki banyak arti. Banyak makna. Sumber kehidupan bagi semua mahluk. Mungkin itu salah satunya.

    Dan saya selalu berusaha “menjadi matahari” seperti kata seorang sahabat. Kania = Matahari **plaaak, sombong mode: ON**

    Ini tulisan setelah lama nga nge-blog :mrgreen:

    Ditemani biskuit Regal, chatt ma Mas Soyuz, sambil nonton channel favorit.

  • 4 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Single & Happy

    Dalam perjalanan waktu, saya mungkin sudah pernah merasakan jatuh sampai saya enggan untuk berdiri. Jatuhnya meninggalkan bekas luka yang seumur hidup akan tetap ada. Sekarang ketika saya memutuskan untuk menjalani semuanya dengan hal2 baru, ternyata, saya dihadapkan akan masa lalu yang selalu membayangi. Saya memilih *kesendirian* ini dan [terkesan] enggan keluar dari zona nyaman perasaan yang ada. Untuk mencoba kembali, melihat dan mungkin merasakan kembali, hati ini emoh melakukannya. Kesetiaan akan perasaan yang ada, membuat saya menutupnya.

    Sekarang, saya menelusuri jalan yang memang harus dijalani yang diberikan oleh Tuhan. Meski demikian, keinginan untuk melakukan suatu napak tilas akan tetap saya usahakan. Pergi ketempat-tempat yang *mungkin* pernah dijanjikan kepada saya, meski kali ini, perjalanan ini akan saya lakukan seorang diri. Hanya beliau, Sang Maha Pencipta yang tau bagaimana masa depan manusia. Dan keinginan ini, hanya beliau juga yang dapat membatalkannya. Semoga kali ini pun, beliau menyetujui asa yang ada.

    Langkah kaki ini, semangat ini, dan keinginan hati yang kuat membuat saya lebih bahagia dalam melalui perjalanan panjang hidup. Yang pasti, terima kasih kepada sahabat2 yang selalu menemani dan atas pertemuan2 dengan beberapa orang baru, membuat hidup menjadi lebih berwarna.

    Jika dalam buku “Harry Potter and The Deathly Hallows, Harry Potter memulai perjalanan dari tempat kelahiran dan kematian orang tuanya, yaitu di “Godric’s Hollow. Lainnya halnya dengan Kania Potter, yang akan memulainya dari “Kota Gudeg”.
    Dan jika dalam perjalanannya, Harry Potter ditemani Hermione Granger dan Ronald Weasley, maka Kania Potter akan melakukannya seorang diri :D .

    Love and Peace

  • 9 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • “A New Day Has Come”

    Semua yang terjadi dalam hidup manusia memang sudah diatur oleh Tuhan. Beberapa bulan belakangan ini, ujian datang terus menerus. Sampai saya harus menyatakan mundur beberapa saat u/ kesembuhan fisik sayah dan utamanya mengembalikan ketenangan hati dan pikiran.

    Bulan Maret seperti yang telah saya rencanakan sebelumnya, menjadi Bulan Spiritual. Apapun yang saya lakukan adalah lebih kepada peningkatan kualitas ketenangan bathin. Hingga akhirnya Tuhan Yang Maha Pengasih membuat saya melepaskan beban yang selama ini menghantui. Intinya, damai itu akan datang jika hati dan pikiran kita tenang. Saya jauh merasa lebih baik dari sebelum-sebelum-sebelumnya.

    Dan sekarang, saya menjalani kehidupan baru.
    Daerah baru, tempat kerja baru, posisi baru, rekan2 baru, rumah tinggal baru, penampilan baru **upss…plak. Tetep kuno**, semangat baru. Perlu pacar baru nga yah **plak….lupakan dan jauhkan pikiran itu** :mrgreen: :mrgreen: .

    Terima kasih kepada Tuhan atas segala berkah, nikmat dan keajaiban yang telah diberikan. Semoga apapun keputusan dan kehidupan yang saya jalani sekarang, beliau selalu menuntun, mendampingi dan memberi kekuatan u/ menjalaninya dengan baik. Semoga saya selalu dituntun u/ berjalan di jalan dharma dan sekarang segala hal yang saya lakukan adalah u/ keluarga dan mempersiapkan kepindahan saya berikutnya dalam 1-2 tahun ini :mrgreen: .

    Dimanapun saya berada sekarang, tak lebih karena ingin menuntaskan sesuatu hal, sebelum saya mengambil yang lain qeeqeqeqe……. Manusia boleh berencana, namun Tuhan yang menentukannya. Thx God

  • 6 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • “Keong Pengetahuan”

    Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
    Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak,
    Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta maaf, seraya berkata: ‘aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!’

    Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
    Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
    Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan. Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap
    Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
    Pelankan langkah, tenangkan hati….
    Oh…Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
    Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
    Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
    Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?

    (more…)