ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for the ‘Cerita Kania’ Category

Tes Kehamilan

Setelah 3 hari lamanya berjibaku menahan sakit, akhirnya malam ini saya memutuskan untuk menyerahkan diri kepada pihak berwajib. Sebelumnya, saya mencoba menghubungi segelintir orang untuk mencari tau, apakah kira2 mereka bisa diajak ke pihak yang berwajib. Dari penggalian data diketahui bahwa saya akan berangkat sendiri. Sebenarnya mereka tidak menolak karena saya memang tidak mengajak, melainkan dari pembicaraan singkat yang diselingi gelak tawa, kesimpulan yang diambil bahwa saya tidak bisa mengandalkan pihak2 manapun. Meski sakit melilit, saya bertolak berangkat ke pihak berwajib ***RSPP** untuk menyerahkan diri.

Sampe di tempat tersebut, langsung menuju IGD dan oleh petugas security saya langsung dibawa ke kamar no 07. Okeh, melalui wawancara yang panjang dengan petugas terkait mereka langsung melakukan test standar. Komandan-nya pun datang dan melakukan beberapa check dan kembali musti diwawancara. Sampe pada kesimpulan bahwa saya musti di test darah+urine ***lageee…… ***. Test Hari Sabtu kemaren diulang kembali pyuhhhh………

Cerita pertama, sebelum tes urine+darah, saya musti minum obat. Sang petugas membawa air dan obat serta peralatan lainnya. Berikut petikan pembicaraan :
P : Mba Ida, minum obat dulu yah sebelum tes
K : (mulai gelisah) Waduuhh, saya nga bisa minum obat pake air. Yakin dah, ntar muntah. Adakah sesuatu yang bisa saya makan sebelumnya. Paling tidak untuk nemeni si obat masuk ke dalam **cengar cengirr***
P : (tersenyum geli) Ok, bentar yah mba.

(more…)

Tersandung Kasus

Menurut ramalan sayah, bahwa kasus Notebook terdahulu akan diusut ternyata menjadi kenyataan. Saya siy tidak takut dengan jumlah, pengadaan atau apapun kejadian di Bulan Januari 2008 dan selanjut-lanjutnya. Karena saya cuman taunya terima dari vendor, check notebook, setting/install aplikasi yang dibutuhkan, dan serah terima lagi. Kalau masalah jumlah, pengadaan, kontrak, deal harga — maka jelas saya tidak tau.

Nah kasus yang menyangkutpautkan nama saya karena ada kesalahan teknis pada check awal Notebook di awal Januari tersebut. Seingat sayah **ingatan saya lumayan bagus**, Notebook sebanyak kurang lebih 45 unit datang di akhir Desember 2007. Kira2 tiga hari sebelum Natal. Sedangkan saya tidak ikut penge-check-an dengan pihak logistik. Saya pergi liburan ke Jogja, untuk mengambil barang2 yang masih ada di kosan lama, untuk dikirim ke Bali maupun yang akan saya bawa ke Jakarta. Pulang dari liburan, saya langsung dihadapkan dengan setting notebook tersebut. Disinilah kesalahan saya dibuat.
Kesalahan pertama, saya tidak check lagi apakah tuch layar ukurannya 14.1 inch atau nga. Setelah notebook disebar, barulah saya sadar bahwa ada sesuatu yang aneh, karena tuch layar terasa lebih lebar dibandingkan dengan kepunyaan bos saya **notebook sebelumnya***. Jadi ketika saya confirm ulang, barulah terjadi penukaran besar-besaran oleh vendor.
Kesalahan kedua, kardus notebook sudah secara tidak sengaja digunakan pihak logistik untuk pengiriman barang2 ke site. Jadi, ketika ada yang ingin menukar, kardusnya nga ada. Intinya ketika kejadian itu terjadi saya benar2 dibuat pusing tujuh keliling.

Tidak ada alasan bagi saya untuk membela diri, karena emang salah dan sudah barang tentu tidak ada yang membela saya :mrgreen: . Kecuali bos sayah mungkin yah.
Mulai dot pixel setitik sampe soal macem2 saya hadapi. Padahal dot pixel menurut surat edaran resmi dari pihak principal sendiri mengatakan bahwa hal itu dianggap normal jika jumlahnya kurang dari 5/7 titik. Tapi begitulah, bentuk pelayanan kita sebagai seorang ’support’, telinga panas n merah harus tetap tersenyum :mrgreen: .

Nah sekarang, bayangan 8 bulan yang lalu menjadi kenyataan. Saya tersangkut kasus ini. Jadi tinggal menunggu hasil usut mengusut pihak Audit. Seperti suara yang terdengar oleh saya tadi sore ‘kenalah Nia kasus ini yah’ . Kata saya : ’saya tidak takut’ .

Jika SP yang diputuskan kepada saya, maka ……… :D :mrgreen: .
(saya tidak suka ada cacat dalam pekerjaan saya ;) )

Darurat Tapi Belum Gawat

Semoga saya bisa melalui malam ini dalam keadaan yang lebih baik alias kesehatan udah membaik. Dengan datangnya sakit yang tak terduga ini, telah membuat hari saya menjadi nga enak. Harusnya konsen dokter dan saya adalah penyembuhan penyakit lain dengan diterimanya hasil Lab, malah hal tak diundang datang bertamu.

Jika malam ini hal ‘tak terduga’ itu semakin membuat saya tidak nyaman dan kesakitan, maka saya musti segera ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Saya siy maunya malam ini bisa tidur nyenyak, tidak kesakitan dan leha-leha :mrgreen: . Intinya, besok bisa kembali ke aktivitas sehari-hari. Dengan segala upaya saya melewati hari ini meski keringat dingin membasahi tubuh. Keyakinan yang selalu diberikan dokter bahwa saya kuat dan mampu, dan bahwa hal ini tidak akan membuat saya terkapar. Thx u yah Dok.
Seperti kata dokter tadi, saya musti tenang dan berpikir yang positif saja.

Jadi malam ini, orang pertama yang akan saya hubungi kalau ada apa2 adalah no hp dokter Budiman.
Thx u to Habib, yang telah menemani ke dokter dan ke apotik melawai.
(kadomu ditunda dulu yah nduk ;) )

  • 2 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Terima kasih

    Terima kasih sayah ucapkeun kepada pihak2 yang telah memberikan ucapan atas bertambahnya usia saya. Email, Frenster, sms, telepon, Y|M, dan ucapan langsung. Saya sebenere nga bisa ‘make a wish’ karena lagi kedatangan tamu. Jadi saya ucapkan terima kasih atas doa2 yang terucap oleh saudara2 dan handai taulan semuanya. Berkah yang luar biasa dari Tuhan, karena beliau masih mengijinkan saya untuk melihat, menghirup dan merasakan dunia ciptaannya. Memberi kesempatan untuk belajar lagi mengenai hidup dan menimba ilmu dari hal2 yang terjadi dalam kehidupan saya.

    Sedih saat itu datang, karena kenyataan yang terjadi, di rumah sedang berduka. Wak saya **istri dari kakak sepupu bapak** telah meninggal dunia tanggal 15 Oktober pukul 10 wb **waktu Bali**. Keluarga saya sibuk mengurus hal tersebut. Akhirnya bapak pun lupa meski akhirnya beliau menebusnya dengan bernyanyi di telepon keesokan malamnya. Terharu sekali mendengarnya. Dan bapak saya yang lain juga lupa. Pagi tgl 17 Okt juga, beliau baru menjabat tangan dan meminta maaf karena telat. Katane sibuk, pas dicari di kantor, saya udah pulang. Terima kasih yah Pak Uki atas hadiahnya. BPDP mungkin yang paling nyebelin, sms jam 11.45 pm, dengan bertekad menjadi orang terakhir yang mengucapkan qeqeeqq……..btw, thx u yah pak. Thx to Wie untuk makan2 di Hanamasa dan Galih dan Mas **lupa nama temenmu Lih*** yang telah ikut menemani.

    Baru kali ini kayaknya saya merasa banyak yang merhatiin. Email hari itu banyak banget. Sms dan telepon………Malam ini baru buka FS, banyak sekali komen-nya. Terima kasih terima kasih. Ada 2 hal penting yang saya ambil dari ucapan saudara2 dan handai taulan. Lainnya juga penting koq. Tapi ini yang menggelitik :D .

    1. “semoga tambah cantik dan manis”
    Mmm…..berarti selama ini saya jelexxx yah eqeqeeeeq……….

    2. “semoga cepet dapat pacar” atau “semoga cepet nikah”
    Ini niy yang paling seru…….Jadi selama ini saya dianggap susah dapet pacar atau nga punya pacar atau nga punya keinginan untuk menikah qeeqeqeq……..
    Apakah saya terlihat memang “jomblo” sekali yah :D :mrgreen:
    Kalau urusan menikah, saya nga tau. Karena dari hasil tes psikologi, saya termasuk orang yang takut dengan pernikahan hahahahahaha……. Tapi khan bukan berati saya nga nganten2 hehehhe…..yah khan tunggu titah dan restu dari Yang Punya Urip ;) .

    Dan terima kasih terima kasih kepada semuanya.
    Bagi yang minta traktiran………duh maafkeun saya, nga sanggup klu mahal dan banyak. Sanggupnya makan di warteg sajah gimana ??

  • 5 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • 2+6

    Black Forest

    Happy Birthday To Me
    Happy Birthday To Me
    Happy Birthday Happy Birthday
    Happy Birthday To Me

    Happy Birthday To KanCil :mrgreen:

    Gambar diambil disini

  • 0 Comments
  • Filed under: Cerita Kania, Umum