21 Dec
Kamis lalu,surat yang ditunggu-tunggu pun datang. Jadi saya harus berangkat ke Bandung hari Minggu, karena ada “test” hari Selasa. Berbekal sebuah alamat, naik travel Rama Shinta, saya berangkat sendiri ke Bandung. Di travel ada 7 orang, yang 4 diantaranya juga ikutan “test” yang sama uhhh…. Seperti biasa, belum sampai Wates saya sudah ada di alam mimpi, tapi tidurpun jadi terganggu saat pak supir sering menginjak rem secara mendadak n ngebut nga karuan. Belum lagi hujan lebat sepanjang perjalanan.
6 Dec
Hari ini bangun pagi *tidak biasanya*, bersih2 kamar *rajin cekaleee*, terus siap2 berangkat ke kos Verry *adik sepupu*. Verry udah menunggu di depan kamarnya. Saya hanya senyum2 saja, padahal telat 30 menit dari janji awal hehehe…….langsung pinjem tuch komputer buat nge-print, maklum printer saya udah pensiun, dua2nya lagi :(. Print alamat buat kirim barang n beberapa lembar lagi yang lain2 ihihihi……jam 10.00 am, Verry n saya berangkat menuju Janti ehehheh….kami pisah jalan karena dia meneruskan perjalanan ke kampus AKAKOM tercinta sedangkan saya ke Gunung Harta *jasa pengiriman barang*. Basa-basi dikit dengan karyawannya, terus bayar tuch ongkos kirim, saya beranjak pergi ke kampus, untuk mengambil legalisir ijazah. Semuanya udah beres, ijazah juga udah di stempel, thx to pengajaran.
7 Nov
Bulan Oktober sudah berlalu. Begitu banyak hal yang terjadi yang memeras emosi dan air mata, menguji kekuatan jiwa, cinta dan iman, senyum dan kesedihan yang silih berganti datang hanya dalam sekian detik…… Benar2 diuji oleh Yang Maha Kuasa….dan aku merasa belum lulus :). Apa yang kupelajari di bulan yang selalu aku tunggu ini…… ??? Bahwa aku belum lah menjadi seorang yang dewasa baik dalam hal pemikiran maupun tindakan. Belum bisa memberikan yang terbaik bagi orang2 yang kucintai. Belum melakukan apa2 kasarnya :(. Kosong melompong……. Dan apa yang kuperjuangkan selama ini ??? Tidak ada :). Dengan diam n merenung membuatku tersadar akan sesuatu.
6 Oct
Tanggal 3 pagi kira2 pukul 01.30 am, aku sekeluarga berangkat menuju kampung halaman tempat diselenggarakannya acara tersebut. Dinginnya udara malam dan suasana yang sunyi lengang membuatku takut heheheheh……..apalagi ketika memasuki jalan yang menuju ke desaku. Kami harus melalui 2 desa sebelumnya, yaitu Desa Tusan n Desa Bakas. Jujur saja, tak satupun kendaraan yang lewat, belum lagi suasana yang sunyi n sepi. Waaaaaaa……mencekam dech. Naik motor dengan perlahan, aku ma Rian n Risna, sedangkan Bapak, Ibu n Tia…… Pukul 02.00 am, kami sampai, terang benderang lampu n suara kekawin n geguritan berkumandang. Di Jaba Tengah orang2 sedang nonton Wayang, kami disambut oleh Jung Raka (ini adik ibuku), awalnya dia tidak melihatku, setelah kupanggil barulah sadar klu aku ada disana :D.
6 Oct
Sehari menjelang upacara potong gigi, aku masih di Denpasar, Risna sibuk menguji ketahan beton-nya (untuk skripsinya), dan sorenya dia harus asistensi, meninggalku di warnet. Bapak n Ibu menelpon bergantian menanyakan jam berapa pulang heheh…..