ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for the ‘Cerita Kania’ Category

Matahari & Bulan [Malam]

Setahun yang lalu…..

Tentang seorang pria dan wanita.
Sang pria sangat menyukai Bulan. Tiap malam sebelum tidur, dia selalu memandang sinar rembulan. Cahaya rembulan membuat hatinya sejuk dan tenang. Kegalauan yang dia rasakan menjadi memudar seiring indahnya sinar rembulan. Meski mendung atau hujan datang, dikala sinar rembulan terhalang, sang pria tetaplah menunggu, rembulan……..

Sedangkan sang wanita sangat menyukai Matahari. Baginya, matahari adalah sumber dari segala yang terang. Matahari bersinar dan membuat kehidupan itu menjadi hidup. Sumber dari kehidupan. Begitulah dia selalu mengatakannya. Setiap pagi, tatkala sang surya mulai terbit, sang wanita dengan senyumnya selalu berkata ’selamat pagi matahariku’….

(more…)

  • 1 Comment
  • Filed under: Cerita Kania
  • Tak terasa, kita berada di penghujung Tahun 2009. Banyak hal yang terjadi dalam hidup saya di tahun ini. Perubahan besar2an qeqeqeeqeq……. Bertemu dengan orang-orang yang baik. Begitu sayangnya Tuhan pada saya, sehingga beliau selalu mengirimkan bantuan melalui malaikat-malaikatnya :) .

    Baiklah…. **dengan logat Spongebob ***, karena banyak yang telah saya alami dan sayapun sudah memulai menata hidup di tahun 2009, maka tidak ada salahnya saya membuat atau menginginkan atau … yah singkatnya mempunyai Resolusi u/ Tahun 2010 yang sebentar lagi datang.
    Apa ajaaaa…….. :

    (more…)

  • 6 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Ketakutan…..

    Beberapa minggu belakangan ini, saya seperti manusia parno atau memang sudah menjadi manusia penakut. Takut akan ini…takut akan itu…..
    Ketakutan yang sekarang mendera adalah ketakutan akan ‘mengulang’ kejadian di masa lalu. Lebih tepatnya mengalami kejadian setahun yang lalu. Sehingga membuat saya takut akan banyak hal. Ketika rasa ini mulai sembuh dan bangkit dari keterpurukan, saat itulah rasa takut akan ini dan itu membuat saya terkadang menjadi ‘manusia bodoh’. Atau memang udah menjadi ‘manusia bodoh’.

    Keberanian saya menjadi mengecil dan mulai mengering dan ketakutan itu menguasai dan membasahi pikiran. Sehingga membuat saya untuk mengambil keputusan menjadi sangat amat lambat.
    Seorang sahabat berkata “melihat gaya bicaramu, ini bukan Kania yang kukenal”. Benarkah seperti itu ?? Sebuah pertanyaan yang saya ulangi terus menerus beberapa hari ini. Tanpa saya sadari ketakutan untuk memulai hal yang baru membuat saya takut akan segalanya. Berbagai bayangan yang buruk menghantui. Terkadang masa lalu tidak selalu bisa ‘berlalu’ begitu mudah…begitu saja…begitu dan begitu…… Tapi terkadang masih mempengaruhi setiap proses pengambilan keputusan, apalagi hal2 yang penting.

    Memang saya sendiri akui, hal tersebut merupakan suatu hal yang salah. Karena saya belum bisa melangkah dan menjejakkan kaki dengan yakin dan mantap. Tapi segalanya sudah berlalu….. Sudah setahun….dan sebentar lagi…..tahun yang baru akan datang menghampiri. Saya tidak bisa membiarkan kalau ‘masa lalu’ menguasai pikiran ini. Seperti janji saya di awal tahun 2009, bahwa tahun 2009 akan menjadi kekuatan saya untuk pulih dan berdiri lagi…..Maka tahun 2010, saya harus bisa berjalan dan berlari. Semua hal butuh proses. Begitu pula dengan pembenahan diri yang saya lakukan. Pembenahan. perbaikan dan penyembuhan.

    Jadi, saya tidak bisa menjadi ‘Kania yang ini’. Saya harus kembali ke Kania yang kuat dan berani. Jika pun saya harus menjalani sesuatu yang ‘baru’ semoga itu adalah sesuatu yang selalu diberkati Tuhan dan selalu dilindungi oleh-Nya. Apapun jalan yang telah saya pilih nantinya, adalah sesuatu hal yang siap dipertanggungjawabkan dan siap dengan resiko yang akan terjadi.

    Btw, ini tulisan pertama saya setelah lama vakum dan terlalu asyik dengan kegiatan2 baru :mrgreen: .

  • 3 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • From This Moment On

    (I do swear that I’ll always be there. I’d give anything
    and everything and I will always care. Through weakness
    and strength, happiness and sorrow, for better, for worse,
    I will love you with every beat of my heart.)

    From this moment life has begun
    From this moment you are the one
    Right beside you is where I belong
    From this moment on

    From this moment I have been blessed
    I live only for your happiness
    And for your love I’d give my last breath
    From this moment on

    I give my hand to you with all my heart
    Can’t wait to live my life with you, can’t wait to start
    You and I will never be apart
    My dreams came true because of you

    From this moment as long as I live
    I will love you, I promise you this
    There is nothing I wouldn’t give
    From this moment on

    You’re the reason I believe in love
    And you’re the answer to my prayers from up above
    All we need is just the two of us
    My dreams came true because of you

    From this moment as long as I live
    I will love you, I promise you this
    There is nothing I wouldn’t give
    From this moment
    I will love you as long as I live
    From this moment on

    By : Shania Twain

  • 0 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Hidup Itu…….Unpredictable

    Mungkin dalam hidup yang saya jalani selama hampir 27 tahun ini, beberapa bulan belakangan ini merupakan tempaan, pelajaran dan menjadi sebuah keajaiban dari Tuhan.
    Sejak sakit super parah November 2008 yang membuat saya tidak hanya “menderita secara fisik dan bathin” tetapi juga membuat saya musti kembali ke titik terendah dalam hidup. Dalam ujian tersebut, Tuhan benar2 begitu sangat mendampingi. Dalam sakit, tangis dan sedih yang begitu menyiksa. Dan seorang sahabat yang membuang waktunya hanya untuk mendampingi saya setiap saat.

    Jika saya musti merunut ulang, mungkin kejadian di Bulan Januari silam membuat saya sedikit tergugah u/ bangkit, tatkala saya melihat sahabat saya menangis di sebelah tempat tidur dan memegang tangan saya.
    “Kania, sadar….Kania….sebut nama Tuhan….Kania….ingat keluargamu….. Kania, kamu orang yang sangat kuat…….”.
    Tuhan, Keluarga dan kekuatan diri, telah membuat saya sembuh meski saya harus menjalani semuanya dengan susah payah. Mungkin dampaknya lebih ke diri saya sendiri, yang makin lama makin mengecil alias kurus hihiihihihi………..

    Tuhan sangat sayang ma saya, beliau memberikan saya jalan u/ keluar, satu demi satu dari hal-hal yang saya hadapi. Dan puncaknya adalah pada saat Pernikahan adik saya. Rasa sakit dan sedih itu telah hilang seiring dengan berjalannya waktu. Yang ada sekarang adalah rasa bahagia. Bahagia karena adik saya telah memulai “kehidupan”nya yang baru, bahagia karena orang tua yang selalu sehat dan bahagia, bahagia karena adik2 saya tumbuh menjadi anak2 yang pintar, dan bahagia karena diri saya sendiri, yang mampu sedikit demi sedikit mengobati “hati yang terluka”. Sekarang saya hanya bisa mengatakan “saya adalah orang yang terbebas” dari beban berat yang saya pikul selama 10 bulan ini. Dan di depan saya, terbentang jalan lain ; jalan dimana ada begitu banyak kasih, sayang, cinta serta ketulusan. Saya pun berhak “bahagia” dan saya tidak akan membiarkan siapapun u/ “mematahkan hati” ini lagi. Siapapun tidak berhak melakukannya “lagi”.

    Bulan ini, segalanya terjadi begitu cepat. Sampai saya tidak mampu menguasai keadaan seperti biasanya. Bahkan kadang terlambat mencerna “anugerah” beliau. Karena segalanya terjadi begitu saja. Bingung, bahagia dan rasa syukur yang begitu mendalam yang bisa disampaikan kepada Tuhan, atas segala berkah, keajaiban dan kasih sayang-Nya yang luar biasa. Terima kasih Tuhan…………..

  • 1 Comment
  • Filed under: Cerita Kania