ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for the ‘Budaya/Religi’ Category

Puluhan ribu tempat pemujaan di Bali berdasarkan karakternya dapat dibagi menjadi empat jenis yaitu Pura Kawitan, Pura Kahyangan Desa, Pura Swagina dan Pura Kahyangan Jagat. Pura Kahyangan Jagat ini dibagi menjadi empat jenis yaitu Pura Kahyangan Jagat yang didirikan berdasarkan konsepsi Rwa Bhineda, Catur Loka Pala, Sad Winayaka dan Padma Bhuwana. Ada beberapa pura yang tergolong berfungsi rangkap baik sebagai Pura Rwa Bhineda, sebagai Pura Catur Loka Pala maupun sebagai Pura Sad Winayaka dan juga sebagai Pura Padma Bhuwana. Pura-pura manakah yang digolongkan menurut peran dan fungsinya?

==============================================

(more…)

  • 15 Comments
  • Filed under: Budaya/Religi
  • GUBERNUR menuding bupati dan wali Kota tidak tegas menjalankan perda, sehingga Bali bopeng. Siapa sih yang sebenarnya tidak tegas, bukankah kedudukan yang lebih tinggi itu gubernur? Bukankah pernyataan ini justru sebuah pengakuan ketidakberhasilan memimpin Bali. Kalau ada bawahan gubernur yang lemah dan tidak tegas kenapa tidak ditindak? Ini berarti budaya ewuh pakewuh masih kental melekat. Bali bopeng adalah akibat otonomi daerah yang kebablasan, sehingga memunculkan raja-raja baru di daerah dan membuat Gubernur tidak ”dianggap” atau dicuekin. Demikian pendapat masyarakat yang terungkap dalam acara Warung Global dengan topik ”Gubernur Tuding Bupati tak Tegas”, yang disiarkan Radio Global FM Bali, Sabtu (21/07). Berikut rangkumannya

    ==========================

    Agung Adnyana di Sanur menilai Bali bopeng bukan karena bupati dan wali kotanya yang tidak tegas tetapi dari pusat, propinsi sampai daerah kabupaten semua itu ada korelasinya. Dalam hal ini jangan hanya menyalahkan tingkat II saja. Mengingat, semua sangat berkaitan. Seperti kasus loloan jangan hanya bupati disalahkan tetapi juga pusat dan propinsi. Kita harus berpikir untuk tidak saling menyalahkan dan melemparkan tanggung jawab. Perda selama ini tumpang tindih akhirnya saru gremeng.

    Walek di Tabanan merasa bingung, siapa sih yang sebenarnya tidak tegas, bukankah kedudukan yang lebih tinggi itu gubernur. Kalau ada bawahan gubernur yang lemah dan tidak tegas kenapa tidak ditindak? Gubernur bukankah selama ini sudah tahu, tetapi diam saja. Ini berarti budaya ewuh pakewuh masih kental melekat. Pemimpin harus kreatif, dan untuk yang akan datang harus cari pemimpin kreatif tidak diam-diam saja, karena kalau diam bukan pemimpin namanya. Bupati juga harus punya andil untuk memberi tahu kepada gubernur apabila ada kerusakan di daerahnya. Dan, gubernur tetap harus bertanggung jawab pada kerusakan lingkungan.

    (more…)

  • 7 Comments
  • Filed under: Budaya/Religi
  • Mensinergikan Budaya dan Teknologi

    KEBUDAYAAN Bali mesti dipahami tak sekadar pentas kesenian. Kebudayaan itu mencakup hal yang luas dan kompleks. ”Selama ini kebudayaan Bali diterjemahkan sebatas seni pertunjukan. Padahal kebudayaan Bali itu mencakup hal yang totalitas, dari apa yang dipikirkan, dikatakan dan diperbuat orang Bali,” ujar pengamat budaya Drs. Nyoman Wijaya, M.Hum. Contohnya, para penulis pun sesungguhnya termasuk bagian dari unsur kebudayaan, tetapi mereka tak pernah mendapat penghargaan.

    Oleh karena itu, ke depan, Pesta Kesenian Bali (PKB) tak hanya pesta seni, tetapi pesta kebudayaan. Sehingga dalam event itu tak hanya diselenggarakan pentas seni tari dan tabuh, pun PKB itu cukup dilangsungkan lima tahun sekali. Di sela-sela itu — setahun sekali — digelar pesta teknologi masyarakat Bali, seperti bagaimana cara membuat tombak, keris, dan cara membuat aungan — saluran irigasi.

    Dalam kebudayaan pun, Bali mengenal budaya politik. Tetapi kita tak pernah menjamah budaya politik, sehingga visi dan misi politik saja masih banyak yang rancu. Kurang dewasanya masyarakat dalam berpolitik, tak terlepas dari kurangnya menjamah budaya politik.

    (more…)

  • 15 Comments
  • Filed under: Budaya/Religi
  • balipost.com

    Berikut adalah tulisan yang saya ambil dari Balipost.com.
    Mulai sekarang, mungkin akan banyak tulisan seperti ini di blog. Mungkin dari pemikiran saya sendiri ataupun dari tulisan2 orang. Demi 2 buah kata “Ajeg Bali”. I Love Bali :).
    ======================================

    Mpu Kuturan Berjasa Menata Kehidupan Beragama

    Yang mengajarkan tentang pendirian Pura Kahyangan Tiga di setiap desa pakraman di Bali merupakan gagasan Mpu Kuturan. Penataan kehidupan beragama dan berbudaya Hindu di Bali menjadi kuat bertahan; pertama karena jasa-jasa dari Rsi Markandia dan kemudian dilanjutkan oleh Panca Pandita yang lebih terkenal dengan sebutan Panca Tirtha. Lima Pandita yang terkenal dengan Panca Tirtha itu adalah Mpu Geni Jaya. Mpu Semeru, Mpu Gana, Mpu Kuturan, Mpu Bhradah. Sejauh mana jasa para mpu tersebut dalam menata kehidupan beragama dan budaya di Bali?

    (more…)

  • 14 Comments
  • Filed under: Budaya/Religi