ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for the ‘Artikel’ Category

“Keong Pengetahuan”

Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan pandangan meminta maaf, seraya berkata: ‘aku sudah berusaha dengan segenap tenaga!’

Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong berjalan-jalan. Ya Tuhan! Mengapa? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati….
Oh…Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh? Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?

(more…)

Peterpan

Semalam saya nonton Peterpan di Global TV. Anak2 Peterpan meluncurkan album The Best sekaligus mungkin album terakhir mereka dengan menggunakan nama Band Peterpan. Saya siy nga peduli amat namanya mau jadi apa. Yang penting siy anak2 itu tetep dalam band yang sama. Keluarnya Andika dan Indra, tidak membuat saya langsung nga suka ma band yang digawangi oleh Ariel, Uki, Reza n Lukman ini. Tetep suka ma lagu2nya. Album Hari Yang Cerah, menurut saya juga nga kalah dengan album mereka sebelumnnya. Dengan single terbaru Walau Habis Terang, semoga Peterpan makin yahuuuud. Pokoe tetep jadi Fans-nya ;) .

Btw, Ariel…..bener2 dah ditunggu Duda-nya. Dan sekarang Duda beneran. Semoga lancar ma Luna Maya yah :mrgreen: :D

Berikut ini disampaikan suatu kajian yang cukup menarik dari milis
tetangga untuk direnungkan. Memang agak panjang tapi penting untuk dibaca
dan disebarkan kepada yg lainnya….. Untuk meluruskan salah kaprah yang
terjadi…
============ ========= ========= ========= ========= == ========

1 ONS BUKAN 100 GRAM - PENDIDIKAN YANG MENJADI BOOMERANG.

Seorang teman saya yang bekerja pada sebuah perusahaan asing, di PHK akhir
tahun lalu. Penyebabnya adalah kesalahan menerapkan dosis pengolahan
limbah, yang telah berlangsung bertahun-tahun. Kesalahan ini terkuak
ketika seorang pakar limbah dari suatu negara Eropa mengawasi secara
langsung proses pengolahan limbah yang selama itu dianggap selalu gagal.
Pasalnya adalah, takaran timbang yang dipakai dalam buku petunjuknya
menggunakan satuan pound dan ounce. Kesalahan fatal muncul karena yang
bersangkutan mengartikan 1 pound = 0,5 kg. dan 1 ounce (ons) = 100 gram,
sesuai pelajaran yang ia terima dari sekolah. Sebelum PHK dijatuhkan,
teman saya diberi tenggang waktu 7 hari untuk membela diri dgn. cara
menunjukkan
acuan ilmiah yang menyatakan 1 ounce (ons) = 100 g. Usaha maksimum yang
dilakukan hanya bisa menunjukkan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang
mengartikan ons (bukan ditulis ounce) adalah satuan berat senilai 1/10
kilogram. Acuan lain termasuk tabel-tabel konversi yang berlaku sah atau
dikenal secara internasional tidak bisa ditemukan.

(more…)

  • 10 Comments
  • Filed under: Artikel
  • Menikah itu Menyehatkan

    Benarkan hal tersebut seperti termaktub dalam judul dan seperti artikel yang saya comot dari detik.com :mrgreen:

    Photobucket

    Sorry yah, gambar + tulisan di artikelnya kagak jelas, asal comot nga di edit2 dulu **nga isa euyy :mrgreen: . Bisa dibaca disini artikelnya.

    Karena saya teramat sering sakit, apakah solusi diatas dapat membantu ?? Jika memang iya, haruskah saya menikah segera padahal umur masih muda :mrgreen: .
    Saya perlu bantuan dari para tetua yang sudah punya buntut untuk menjawab pertanyaan ini qeqeeqeq…………

    Berani Mencoba

    Alkisah seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?” ‘Ha?,” kata jam terperanjat, “Mana sanggup saya?”

    “Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?”

    “Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam harus berdetak dalam 3,600 kali? Banyak sekali itu” tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.

    Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam.
    “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?” “Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!” kata jam dengan penuh antusias.

    Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik.
    Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali

    Renungan :
    Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.

    Jangan berkata “tidak” sebelum Anda pernah mencobanya.

    Thx Mas Daddy atas kiriman artikel-nya ;)

  • 0 Comments
  • Filed under: Artikel