Tubuh dan Jiwa, Maafkan aku. Pagi ini aku telah membahayakanmu [sekali lagi] karena ketidakbecusanku memanajemen kemarahan, kekesalan dan kesedihan. Dalam ‘kegalauan’ kali ini, secara tidak sadar aku menemukan cara lain untuk menumpahkan semuanya. Entah sadar atau tidak, membawa kendaraan serampangan menempatkanmu [sekali lagi] dalam bahaya.

Kau, Tubuh dan Jiwa… yang selalu tersakiti oleh ‘kegalauan seorang gila’