Hepi besdei anakku tercinta, tersayang, terganteng, belahan jiwaku, mutiara hatiku, Ida Bagus Gede Satya Wicaksana. Moga selalu diberkahi Tuhan, diberi kesehatan dan tambah lucu. Hari ini genap sudah Sang Putra Mahkota berusia 2 tahun. Yup, si kecil lahir tanggal 11 Juli 2011, pukul 23.30 WITA, Soma Kliwon Kuningan ^_^ . Seiring bertambahnya usia si kecil bertambah pula kepandaian, kelucuan, dan sebagainya, sebagai penghibur hati ibunya yang ‘lara’.
Dan hari ini, saya lulus juga menyusui si kecil sampe 2 tahun :mrgreen: .

Di awal pernikahan, saya kira hamil itu adalah hal yang mudah :D . Saya juga mengira kalau ‘bikin anak’ juga mudah, beberapa kali bikin langsung jadi :mrgreen: . Tapi yah tapi….waktu berjalan hari demi hari, setiap bulan lancar sekali ‘kedatangan tamu’. Ampe usia pernikahan 3 bulan [padahal baru 3 bulan looooohhh] sudah mulai ada sentilan dan sindiran. Baiiiikkk terima kasih atas kata2nya yang masih jelas terngiang di kepala n hati.
Dan makin stres pula-lah sayah ini. Suami yang melihat kadar stres istrinya yang semakin tinggi, tetep memberi semangat dan berkata ’sabar’, itu ‘rejeki dari Tuhan’. Dan saya pun hanya bisa menangis. Saya yang stres dan putus asa [karena lingkungan mungkin yang menekan], setiap detik berdoa agar hamil. Agar diberikan keajaiban yang satu itu. Memasuki bulan ke lima, akhirnya saya hamil juga. Thx God, akhirnya, anugerah itu datang juga. :)

Oke, cerita kita sampe saat saya melahirkan aja :) .
Jadi dengan kekuatan ‘bulan’ [sailormoon kali yah], baiklah, maksud saya kekuatan diri sendiri, dan sekali lagi, atas anugerah Tuhan, saya bisa melahirkan normal. Si kecil lahir, dan saya mengalami baby blues, meski cuman sesaat.
Di awal melahirkan ini, mulai lagi ada masalah, ASI yang harusnya keluar dengan segera, ternyata keluarnya sedikit sedikit. Dan lagi dan lagi, sentilan dan sindiran dengan kata2 kasar terdengar. Oke lah, saya nda harus menuliskannya, bagi saya, itu kata2 terkasar yang saya dengar sampe saya seusia ini. Dan kata2 kasar masalah ASI ini tetep terdengar, saya harus make bantuan sufor untuk sementara. Saya hanya bisa menangis dan menangis. Dan lagi, suami dengan sabarnya, memberikan semangat. ‘Kalau nda bisa menyusui ya nda apa2, sabar’.
Oke hingga kini, saya masih menyusui dan kekhawatiran akan tidak bisa menyusui akhirnya dimentahkan oleh kekuatan Tuhan. Saya sangat percaya sekali, tangisan saya yang hampir tiap hari selama berbulan-bulan dilihat oleh-NYA. Beliau tau dan tidak membiarkan saya sendiri. Meski dalam perjalanannya, saya yang baru jadi Ibu, banyak mengalami kesulitan, dan karena kekurangan saya nda tau harus ngapain dalam ngurus anak, saya pun di sentil habis2an, tapi 2 taon ini akhirnya terlewati juga.
Saya yang dalam kesedihan dan kegalauan, berpikir, apakah untuk menjadi seorang Ibu yang ‘perfect’ kita harus kursus dalam menghadapi anak ? Sedangkan anak yang kita lahirkan tentu saja berbeda dengan anak2 yang dilahirkan oleh ibu2 lainnya. :evil:

Menjadi seorang wanita itu memang tidak mudah. Ketika kita muda/remaja, kita mati2an menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua. Setelah menikah, bukan hanya senang2 di atas ranjang aja sebenarnya yang ada, tapi akan banyak hal2 baru dalam hidup yang kita dapatkan. Banyak orang yang mungkin mengalami nasib seperti saya, menikah kemudian belum bisa hamil ampe bertaon-taon. Saya bersyukur, baru 5 bulan menikah udah hamil [itupun udah dikata-katai...], sedangkan banyak pasangan lainnya sulit sekali hamil.
Anak itu bukan barang yang bisa dibeli dimana aja, atau seperti kue, yang sekali cetak langsung jadi. Anak itu adalah anugerah Tuhan. Keajaiban Tuhan. Tapi sayangnya ada saja wanita yang ’setelah menjadi Ibu’ menggampangkan bahkan meremehkan wanita lainnya yang mengalami ‘nasib’ seperti tsb di atas. Mungkin ada yang merasa ’sempurna’, baru nikah, langsung hamil, melahirkan normal, menyusui lancar jaya…. Well, hidup seperti itu nda semua orang mengalami. Ada yang perlu usaha bertaon-taon baru hamil, melahirkan pun cesar, bahkan ASI nda bisa keluar dan akhirnya pake Sufor. Meski begitu, ANDA tidak punya hak meremehkan, menghina, menyindir dengan kata2 kasar, pada wanita yang mengalami ‘kekurangan’ tsb di atas. Ketika ANDA memulai hal2 negatif seperti itu, maka ANDA sudah menanamkan benih ‘dendam dan sakit hati’ pada lawan bicara ANDA.
Dan jangan juga merasa, sudah pernah punya anak, menganggap mengurus yang lain juga mudah. Bagi Ibu Muda yang baru pertama kali punya anak, masih bingung ini n itu. Hendaknya yang sudah berpengalaman lebih sabar mendampingi bukannya malahan membuat kita tambah merasa canggung n bodoh dalam mengurus anak. Meskipun nanti punya anak kedua, ketiga, keempat dst, pasti anak2 yang dilahirkan memiliki pembawaan yang berbeda.

Jadi kalau mau berhenti atau lanjut menyusui si kecil, itu TERSERAH SAYA, bukan berdasarkan siapa2. Well, ketika si kecil yang masih merah itu tidur nyenyak, saya yang menangis sedih, berjanji dan bersumpah padanya akan sesuatu hal. Yang pasti saya akan mengingat tiap detik yang begitu sulit yang dialami.

Kepada kaum laki2 a.k.a Suami, tetep dukung pasangan anda apapun yang terjadi. Proses untuk menjadi hamil itu tidak mudah. Kesabaran kedua pasangan adalah hal yang mutlak. Dukungan Suami kepada Istri akan sangat membantu menghindarkan pasangan dari stres berkepanjangan. Jika dalam masa kehamilan, dampingi calon Ibu anak anda, jika dia ngidam dan minta yang aneh2, mungkin itu ujian dari calon anak anda, apakah sang ayah mampu dan bertanggung jawab nantinya. Bantu Istri untuk selalu berpikir tenang, proses kehamilan merupakan proses pertama dalam pendidikan pranatal untuk anak kita nantinya. Semakin positif lingkungan semakin baik pikiran sang calon Ibu, dan semakin baik pula energi yang diterima si jabang bayi.
Usahakan dampingi Istri ketika melahirkan, memberi semangat padanya sangat membantu kelancaran proses melahirkan. Dan jika Ibu dari anak anda tidak bisa memberikan ASI, plisss, jangan salahkan dia. Tahukah anda, hati ISTRI anda lebih sedih dan lebih sakit dari apa yang mungkin terlihat. Tidak ada Ibu yang sempurna. Yang ada adalah Ibu yang selalu memberikan yang terbaik kepada anak2nya.

Ini adalah tulisan pertama saya setelah lama ‘tertidur’, berbagi pengalaman dan mungkin apa yang saya sampaikan agak pedas dan mengandung unsur kemarahan. But, begitulah, saya baru tau, betapa beratnya dulu Ibu ngurusin saya dan semua saudara saya. Tapi sekali lagi, tidak semua wanita yang telah menjadi ‘Ibu’ itu ‘bijaksana’.