Manusia itu tidak lepas dari cobaan dan cobaan. Mau sedih senang sengsara dan merana, itu menjadi bagian hidup manusia. Seberapa kuat kah manusia itu melalui semua hal yang sedang dihadapi. Dan tak hanya menghadapi dunia luar, diapun musti kuat melawan dirinya sendiri, kemarahan, egoisitas, nafsu, iri hati dan sifat2 lainnya. Uhhhh..berat sekali yah. Pantes ajah, bayi baru lahir itu menangis teriak2. Mungkin udah tau, mereka akan memulai segala sesuatu yang namanya ‘hidup’.

Hidup itu pilihan :D . Katanya…so ??
Saya memilih untuk menjadi saya sekarang. Terus selanjutnya apa. Bersyukur itu udah pasti. Memiliki yang ada sekarang ini adalah sebuah keajaiban. Anugerah seorang Putra yang sangat lucu imut bin ganteng. Yang lainnya ?
Sisanya, saya musti menghadapi dengan tetap tegak berdiri….baaaah……
Kata2 yang cuman untuk menyemangati diri sendiri. Ujian ini belum berakhir. Jika hidup saya masih panjang, maka saya musti tetap tegak berdiri :D .

Apakah ini masa transisi bagi saya ?
Saya merasa belum mampu mengendalikan apa yang sedang terjadi. Semua di luar kontrol. Ini seperti bukan Kania Potter. Entah bosan ataukah malas ataukah lelah menghadapi dan menaklukkan perasaan sendiri dan menghadapi hal2 di luar sana.
Hey, ini sebuah pertanyaan yang belum terjawab.
Pertanyaan lain : apakah saya musti tetep kuat bertahan menghadapi semua dan mati sia-sia karenanya, ataukah segera pindah ke Plan Z ??
Kenapa Plan Z ?
Sepertinya Plan A sampai Plan X sudah dijalankan dan semuanya buntu. Ggggrrrrrr………….

Jadi ingat kata Gie :
“Nasib paling baik adalah jika kita tidak pernah dilahirkan. Jika dilahirkan, mati di usia muda itu juga nasib baik. Dan nasib terburuk adalah menjadi manusia tua”