Lama yak ini rumah kagak ditulisi atau dikunjungi oleh si empunya….. Saya terlalu banyak sibuk mengerjakan yang lain, sampe nga sempet merawat rumah inih…. Kangen kangen kangen……masih ingat jaman dulu….nggilani…..nulis bisa sampe 2 - 3 kali sehari :D .
Jadi netes ney air mata….lebay banget sih si ibu yang satu ini :mrgreen: .

Sambil dengerin soundtracknya The Moon That Embraces The Sun, semangat jadi nulisnya :D .
Kenapa judulnya sebuah ucapan ?
Well, saya hanya ingin mengucapkan terima kasih pada Tuhan. Ujian kali ini begitu berat. Kadang saya ingin lari dan berlari meninggalkan semua *kecuali suami dan anak :p *, tapi kaki saya ternyata masih berat untuk beranjak. Inget kata beliau Sang Kaisar, ‘bersabar dan bertahanlah untuk kami’. Mmmm….bagaimanapun juga, tiap melihat wajah Sang Kaisar dan Putra Mahkota, saya musti tenang dan diam. Kesabaran itu entahlah. Apa saya masih sabar ataukah bagaimana.

Terima kasih Tuhan, karena sudah diberikan ujian. Terima kasih juga, karena diberikan seorang Pendamping dan Malaikat Kecil sehingga dengan melihat mereka, saya jadi tau, bahwa ini adalah bagian dari kehidupan yang musti dijalani. Namun meski begitu ternyata belum bisa dinikmati -_-’.
Huattchiiimm……entah gimana caranya, hati saya ini musti membuang hal2 yang nga enak ini.
Mumet reeeekkk.

Terima kasih suamiku, selalu dan selalu menenangkan. Makasi atas cinta dan kasih sayangnya. Love U so much My Hubby.
Terima kasih Putra Mahkota.. kehadiranmu dalam kehidupan kami adalah suatu berkah dan anugerah. Wajah mungilmu selalu dan selalu menghiasi hati dan pikiran ibu. Love U so much Ajuz Satya Wicaksana :) .