Pekerjaan saya sekarang memang tidak seberat yang dulu (berapa ton…?? ), tapi paling tidak saya cukup dibuat sibuk. Meski hamil pun, si kecil selalu setia mendampingi ibunya jika harus duduk berlama-lama di depan monitor dan memencet-mencet keyboard dan main2 dengan si ‘tikus’.
Kadang untuk mengisi kekosongan pekerjaan, saya lebih banyak blogwalking, baca2 referensi, atau sekedar memonitoring kegiatan saudara2 tercinta di FB *gubraaaaakkk dan apapun yang menarik untuk saya baca.
Si kecil juga ternyata menyukai kegiatan browsing yang saya lakukan. Suka menyimak apa yang dibaca oleh ibunya. Entah ini hanya perasaan saya ajah atau emang saya bisa merasakan setiap perubahan esmosi pada diri si kecil.

Melihat-lihat FB sebagian yang saya kenal, sebenarnya mendekatkan saya dengan kepribadian mereka. Sebenarnya tidak ingin jahil, usil ataupun iseng mengetahui hal2 itu, hanya untuk beberapa orang, saya musti tetep memonitor kegiatan mereka, bukan hanya mereka masih terlalu muda namun karena mereka adalah orang2 yang saya sayangi.

Tanpa sengaja, saya melihat2 juga beberapa orang yang sebelumnya benar2 dekat ma sayah. Alangkah kagetnya ketika saya lihat bahwa saya musti ‘add as friend’ lagi qiqiqiiqiq……… Saya jadi bertanya-tanya, kesalahan saya pasti cukup banyak dan sangat besar, sehingga saya di ‘remove’ dari fren list-nya. Tapi itu membuat saya paham, bahwa terkadang orang2 tertentu membutuhkan ‘ketenangan bathin’ tanpa kehadiran sayah………*separah itu yaaaakkkk…..mmmmm……
Atau mungkin lebih tepatnya, ‘ketenangan orang2 yang musti dijaga perasaannya’…..belibet bahasanya. Sayah aja nga ngerti :D .

Pernah terlintas di pikiran, untuk me-remove beberapa orang. Tapi untuk apa ?? Apa karena mereka membuat saya jengkel dan terganggu ataukah memang saya tidak kenal…..Haiyaaaahhh….saya tetaplah sayah. Ada banyak unsur ketidaktegaan ketika akan melakukan hal itu. Saya hanya berpikir, sepanjang saya tidak pernah punya masalah dengan orang2 tertentu *meski beberapa dari mereka merasa bahwa saya mungkin trouble maker, sepanjang itu juga, saya tak ada niat untuk melakukannya.

Jadi ingat waktu punya account di Friendster, ada hal yang membuat saya terus menerus bersedih dan bersedih, hanya saya tidak ada niat untuk keluar dari keanggotaan. Meski akhirnya saya hapus account tersebut, karena semuanya saya pindahkan ke FB…… qiqiqiqqi………
Apapun, itu adalah pilihan tiap orang. Ndak ada yang bole maksa, ini musti begitu, begono atau begini.

Jejaring sosial hanyalah salah satu sarana untuk berkomunikasi. Toh, mereka2 tidak pernah menghapus no hape saya di contact list-nya, terbukti karena kadang nama mereka kembali nongol di hape saya :mrgreen: .