Manusia dilahirkan sendirian ke muka bumi, meski ditemeni ari2, tetaplah kalau manusia lahir sendiri dan dalam keadaan telanjang :mrgreen: .

Jadi kalau menjalani hidup sering merasa sendirian mungkin sudah merupakan hal yang kodrati. Apakah saya dibutuhkan ?? Apakah saya diperlukan ?? Apakah saya bermanfaat ?? Apakah saya berguna ?? Bagi siapa ??? Untuk apa ?? Dan mengapa ?? Terlalu banyak pertanyaan yang tidak mampu dijawab. Misteri hidup yang tak mampu untuk dipecahkan [pada awalnya] dan hingga saat ini masih belum mampu saya temukan. Meski saya percaya bahwa hidup itu untuk selalu berbuat baik dan kebaikan hari demi hari, menjalaninya dengan penuh kasih, ikhlas dan syukur, hidup demi orang2 yang kita cintai dan sayangi…Namun pertanyaan2 itu akan muncul kembali untuk mementahkan keyakinan jika ada hal2 yang berbanding terbalik dengan realita yang ada.

Dan *saat yang tak tertahankan itu datang saat saya merasa *sendiri. Yah, merasa sendiri dan kesepian. Hati ini merasa kekosongan yang tak mampu diisi oleh apa yang ada dihadapan. Hanya bisa berlari ke pelukan-Nya. Hanya bisa mengadu pada-Nya. Hanya bisa memikirkan-Nya, meski itu merupakan suatu hal yang tidak bisa dipikirkan. Kangen akan pelukan-Mu. Hamba lelah dan letih.

Tuhan, Bolehkah hamba bertemu dengan kakak hamba ? Memeluknya meski hanya sekejap. Sebagai seorang adik yang sangat membutuhkan kakaknya. Sebagai seorang adik yang membawa terlalu banyak beban. Sebagai seorang adik yang ingin diperlakukan sebagai seorang *adik. Sebagai seorang adik yang sangat membutuhkan dorongan dan semangat. Hanya ingin ada dalam pelukmu….Kakakku….