Ada banyak kisah percintaan yang berakhir bahagia dan tak sedikit pula yang berakhir penuh dengan duka.

Jadi ingat petikan Cerpen yang pernah dibaca.
Mencintai dan memiliki adalah dua hal yang berbeda, dari akar yang berbeda pula.
Kalau aku tak boleh mendapatkan keduanya, biarlah aku memilih yang pertama…”

[Cinta Adalah Kesunyian - Cerpen Anton Kurnia]

Jadi memang mencintai tidak harus memiliki. Hidup kadang tidak memberikan pilihan yang paling kita inginkan. Kadang hidup memberikan pilihan yang sulit sekali dilakukan. Bagi kita pada saat memutuskan hal tersebut, pastilah sangat berat. Apalagi jika pilihan yang diberikan memiliki banyak konsekuensi. Di sisi lain membuat kita *pembuat keputusan merana, disisi lain membuat pihak lain akan lebih baik menjalani hidupnya.

Dua Tahun yang lalu, @Hanamasa itulah terakhir kali saya melihatnya. Masih seperti yang dulu. Hari2 setelah itu dalam keadaan diam, kamipun berpisah. Perpisahan yang tak diinginkan dengan cara yang tidak diinginkan. Begitulah keadaannya. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk menerima dan ikhlas. Meski membutuhkan waktu yang sangat sedikit untuk mengerti dan memahami arti *diam* tersebut. Saya berjanji akan hidup lebih baik dengan mengerti arti *perpisahan* tersebut. Berat laksana memanggul beban seberat bumi ataukah pikiran dan hati yang terdalam membuatnya menjadi sangat berat untuk dilaksanakan.

Tulisan2 saya sebelumnya akan lebih banyak bercerita tentang *jatuh bangun* hidup yang saya jalani.

Begitulah, pelan tapi pasti, saya menjalaninya dengan baik dan lebih baik. Tertawa, bahagia dan berusaha merelakan dan mengikhlaskan sesuatu yang sangat berarti. Tangis, sedih, duka, suka, cita, sunyi, sepi, hampa dan segala perasaan yang ada pernah membawa saya tenggelam dan muncul ke permukaan. Merasa memulai hidup dari titik minus, membuat saya lebih banyak belajar. Mungkin saya bukan orang tegar, kuat, sabar dan tabah, namun saya berusaha menjalani semua hal tersebut dengan tujuan memahami makna *perpisahan* dan menjalaninya dengan baik.

Dan kini, saya berdiri dan tersenyum dengan hidup dan kehidupan baru yang diberikan Tuhan. Kehidupan yang musti saya jaga, pelihara dan pertahankan. Kehidupan yang harus disyukuri dan dimaknai sebagai sebuah lembaran baru yang penuh dengan ujian dan tantangan baru.

Terima kasih untukmu, karena keputusanmu telah membuatku lebih kuat dari sebelumnya. Terima kasih, karena aku menjadi lebih mengerti akan arti ketulusanmu dan belajar akan hal tersebut. Terima kasih, karena pada akhirnya aku menemukan kebahagianku. Dan kini, saatnya kaupun berbahagia…. Kaupun berhak atas hal itu. Menjalani hidup lebih baik lagi dan selamanya bahagia. Mulailah kehidupanmu dan jalani dengan kedamaian serta ketenangan. Aku telah merelakan dan mengikhlaskan kepergianmu. Berbahagialah…….. malaikatku.

Kusisipkan kembali, video yang telah kau kirimkan. Terima kasih telah hadir dalam hidupku.