Kadang suasana hati susah ditebak. Semenjak berganti *status, tentu saya lebih pandai lagi menjaga *mimik muka, *gerak tubuh, *rasa. Meski dalam kondisi sakit, saya pun musti menjaga agar tetep kelihatan sehat. Saya hanya tidak ingin membuat orang rumah merasa khawatir. Sesedih apapun hati, bibir saya akan tetap tersenyum. Selelah apapun fisik ini, akan selalu terlihat segar karena wajah memang dibuat sedemikian rupa. Sebingung apapun pikiran ini, sayapun akan membuat raut muka menjadi tenang. Apapun selalu saya pendam. Hanya saja, kadang tidak tahan juga, menahan berbagai macam rasa yang berkecamuk. Kadang jika rasa yang *tak tertahan itu datang, saya akan berlari Pada-Nya…… Jika beliau ada dihadapan saya, mungkin saya sudah memeluk-Nya dengan sangat erat.

Rasanya saya memang perlu sebuah tempat tenang nan damai untuk sebentar…… Dulu jika rasa *tak tertahan itu datang, biasanya saya akan berdiam diri di kamar untuk sementara, duduk diam bersila dan berdoa.
Atau biasanya saya pergi ketempat yang memang penuh dengan kedamaian dan ketenangan. Saya masih ingat, ketika suasana hati yang tak menentu, ketika musti mengambil sebuah keputusan yang maha berat dalam hidup…..saya duduk diam di *tempat tersebut. Ditengah malam yang dingin, dengan khusuk saya memohon, agar hati saya bisa tenang sehingga dapat membuat keputusan yang baik. Baik tidak hanya untuk saya. Tapi untuk banyak orang.
Waktu itu saya ditemeni salah seorang sahabat dari BMK. Banyak hal yang *berat yang kami bicarakan. Rasanya tenang sekali. Rasanya damai sekali hati ini.

Hari ini ingin rasanya kembali ke tempat tersebut. Sebenarnya, tempat tersebut ada dimanapun jua…… Saya butuh waktu sebentar dan sendiri untuk menenangkan hati dan pikiran…..mendamaikan hati dan pikiran….. Kangen sekali Pada-Nya…. Kangen akan Kehadiran-Nya. Meski saya yakin, beliau tidak pernah meninggalkan saya sendiri.