Perjalanan hidup manusia kadang nga bisa ditebak arahnya. Pertemuan, perpisahan, kelahiran, kematian, kebahagiaan, suka duka dan lainnya sudah digariskan oleh Sang Pencipta dan tergantung juga dengan usaha serta kerja keras kita sebagai manusia.

Perjalanan hidup seorang manusia mungkin saja sudah dimulai sejak proses ‘pembuatan’ manusia itu sendiri qiqiqiiqiqiiqiqi……. Proses lainnya menyusul seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan orang tersebut. Semua proses kehidupan intinya adalah agar manusia dapat lebih baik, lebih baik dan lebih baik lagi dengan satu tujuan yaitu “hidup bahagia” duniawi dan akhirat :D .

Begitu pula dengan proses kehidupan seorang ‘Kania’. Perjalanan yang dimulai ketika dalam kandungan hingga detik ini memang merupakan anugerah Tuhan. Tiap detik waktu yang dilalui begitu indah dan penuh warna. Mungkin umur saya belum setua bumi **iya iyaaaaaalllaaahhhh** dan mungkin belum banyak yang belum saya alami dan lihat dalam indahnya kehidupan, namun itu sudah cukup membuat saya sangat menghargai kehidupan yang sudah, sedang dan akan dijalani :mrgreen: .

Mungkin cerita kehidupan yang telah saya jalani banyak yang tau namun lebih banyak yang tidak tau…..atau akan tau dengan pemberitahuan yang mendadak. Beuh, sangat berbelit-belit namun itu tidak bisa dipungkiri melihat tabiat saya yang paling demen membuat kejutan yang membuat orang sedikit ‘jantungan’ atau shock berat :D .

Woke, sebenarnya apa yang ingin saya sampaikan…. ???
Proses pertemuan dan perpisahan itu memang sudah ditentukan dan diatur oleh Beliau Sang Pencipta. Jodoh, pasangan hidup, teman hidup pun juga sudah diatur olehnya.
Kembali ke kehidupan, bahwa kita tidak bisa menebak kemana arahnya, namun kita hanya bisa berjuang untuk hidup dan bersiap menghadapi apapun yang menunggu di di depan :D .

Hampir setahun ini saya memikirkan, menimbang dengan penuh sangat dan bahkan teramat sangat, akan tawaran hidup untuk melangkah ke arah yang lain. Mulai dari pertimbangan untuk menetap di Bali dan bekerja mengabdi kepada masyarakat dan negara :p , dan tawaran lain yang sebenarnya hal yang paling saya takuti. Semuanya terjawab. Saya dinyatakan lulus untuk bekerja sebagai ‘pengabdi’ kepada masyarakat dan negara dan satu hal lain yang harus saya pertimbangkan dengan sangat, negoisasikan dengan ketat dan hebat serta diputuskan dengan ketulusan dan keyakinan yang HARUS.

Dalam proses perjalanan ‘pulang kampung’, saya banyak bertemu dengan orang, dan tentu saja kebanyakan adalah kaum adam :D . Diantara semua orang yang saya temui, satu orang menjadi pertimbangan khusus selain karena sayapun memiliki perasaan khusus kepadanya *merona merah** .
Proses pertemuan yang singkat, padat dan jelas serta komunikasi dua arah yang intens meski dengan jarak yang berjauhan, semuanya dilalui dengan baik. Menemukan kecocokan dan memiliki kesamaan misi dan visi akan masa depan serta adanya perbedaan pendapat/pandangan merupakan hal2 yang musti kami pelajari masing2. Dan intinya, saya dinyatakan lulus dengan kualifikasi ‘baik’ olehnya :D .

Sehingga dalam perjalanannya, dia pun melamar saya **heeeehhhh gubraaaaaakkkkk**. Kapan persisnya saya lupa. Karena kata itu terucap by phone qiqiqiiqiq…… Setelah melalui masa2 pengenalan yang lebih jauh, akhirnya saya memutuskan untuk pulang dan medengarkannya lebih jelas lagi dan melihat keseriusan seorang pria yang akhirnya ‘mencuri hati’ saya.
Minggu, Tanggal 2 Mei 2010, dia pun menyatakan keseriusan dan niatnya untuk menikahi saya kepada orang tua saya **merona**. Serasa menaiki pesawat jet, segalanya berubah menjadi cepat.
Minggu, Tanggal 16 Mei 2010, akhirnya keluarganya pun datang ke rumah untuk menindaklanjuti keseriusan putra mereka terhadap saya. Pertemuan keluarga tersebut berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga secara tradisi, sang ‘pencuri hati’ telah melalui Tahap I dari sedemikian banyak seremonal yang nantinya akan kami jalani. Dalam pertemuan keluarga tersebut, sudah ditentukan Hari Pernikahan kami dan Resepsinya.

Senin, Tanggal 21 Juni 2010 merupakan hari yang paling penting, bersejarah, ajaib, bahagia bagi hidup saya dan awal dari kehidupan Grhasta yang akan kami jalani bersama. Proses pernikahan secara Agama yang nantinya ada 3 acara yaitu Ngidih, Mepamit dan Mesakapan akan diadakan dalam satu hari.
Sebelumnya, Minggu tanggal 6 Juni 2010 diadakan acara ‘Nyedekin’. Pertemuan dua keluarga besar untuk membicarakan segala hal yang terkait dengan prosesi yang akan dijalani.

Berikut undangan pernikahan saya. Simple seperti kami qiqiqiiqiq……..

My Wedding Invitation

Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Beliau, Sang Pencipta. Kami berharap, bahwa Cinta dan Kasih yang kami miliki dapat abadi selamanya.

Mohon doa restu dari semua pembaca dan sahabat2 saya, agar dalam acara nanti semuanya berjalan lancar dan semoga kehidupan pernikahan kami pun berjalan dengan baik dan selalu diberkati Tuhan.

NB : to Masnya : maafkeun adikmu ini. Tidak mengatakan sebelumnya. Karena jika semuanya belum jelas, adik belum bisa mengatakan apa2. Maaf melangkahi-mu. Diharapkan dengan sangat kehadirannya.

To Devari : maafkeun daku. Mohon doa restunya. Bisa hadir nga dirimu yaaahhh ???