Mungkin dalam hidup yang saya jalani selama hampir 27 tahun ini, beberapa bulan belakangan ini merupakan tempaan, pelajaran dan menjadi sebuah keajaiban dari Tuhan.
Sejak sakit super parah November 2008 yang membuat saya tidak hanya “menderita secara fisik dan bathin” tetapi juga membuat saya musti kembali ke titik terendah dalam hidup. Dalam ujian tersebut, Tuhan benar2 begitu sangat mendampingi. Dalam sakit, tangis dan sedih yang begitu menyiksa. Dan seorang sahabat yang membuang waktunya hanya untuk mendampingi saya setiap saat.

Jika saya musti merunut ulang, mungkin kejadian di Bulan Januari silam membuat saya sedikit tergugah u/ bangkit, tatkala saya melihat sahabat saya menangis di sebelah tempat tidur dan memegang tangan saya.
“Kania, sadar….Kania….sebut nama Tuhan….Kania….ingat keluargamu….. Kania, kamu orang yang sangat kuat…….”.
Tuhan, Keluarga dan kekuatan diri, telah membuat saya sembuh meski saya harus menjalani semuanya dengan susah payah. Mungkin dampaknya lebih ke diri saya sendiri, yang makin lama makin mengecil alias kurus hihiihihihi………..

Tuhan sangat sayang ma saya, beliau memberikan saya jalan u/ keluar, satu demi satu dari hal-hal yang saya hadapi. Dan puncaknya adalah pada saat Pernikahan adik saya. Rasa sakit dan sedih itu telah hilang seiring dengan berjalannya waktu. Yang ada sekarang adalah rasa bahagia. Bahagia karena adik saya telah memulai “kehidupan”nya yang baru, bahagia karena orang tua yang selalu sehat dan bahagia, bahagia karena adik2 saya tumbuh menjadi anak2 yang pintar, dan bahagia karena diri saya sendiri, yang mampu sedikit demi sedikit mengobati “hati yang terluka”. Sekarang saya hanya bisa mengatakan “saya adalah orang yang terbebas” dari beban berat yang saya pikul selama 10 bulan ini. Dan di depan saya, terbentang jalan lain ; jalan dimana ada begitu banyak kasih, sayang, cinta serta ketulusan. Saya pun berhak “bahagia” dan saya tidak akan membiarkan siapapun u/ “mematahkan hati” ini lagi. Siapapun tidak berhak melakukannya “lagi”.

Bulan ini, segalanya terjadi begitu cepat. Sampai saya tidak mampu menguasai keadaan seperti biasanya. Bahkan kadang terlambat mencerna “anugerah” beliau. Karena segalanya terjadi begitu saja. Bingung, bahagia dan rasa syukur yang begitu mendalam yang bisa disampaikan kepada Tuhan, atas segala berkah, keajaiban dan kasih sayang-Nya yang luar biasa. Terima kasih Tuhan…………..