Sepanjang sore ini mata saya tertuju pada satu sinar terang yang menyinari dunia tanpa kenal lelah. Meski kadang tertutup awan, matahari tetaplah ada. Sepertinya sudah lama saya tidak melakukan ritual ini. Yah, kerja pagi, sebelum matahari terbit sudah berangkat ke kantor. Di kantor, nga keluar2 lagi, sampe sore atau bahkan malam menjelang u/ berangkat kembali ke rumah.

Sungguh keajaiban rasanya bisa melihat sinarnya, meski sudah sore. Matahari bagi saya memiliki banyak arti. Banyak makna. Sumber kehidupan bagi semua mahluk. Mungkin itu salah satunya.

Dan saya selalu berusaha “menjadi matahari” seperti kata seorang sahabat. Kania = Matahari **plaaak, sombong mode: ON**

Ini tulisan setelah lama nga nge-blog :mrgreen:

Ditemani biskuit Regal, chatt ma Mas Soyuz, sambil nonton channel favorit.