Dalam perjalanan waktu, saya mungkin sudah pernah merasakan jatuh sampai saya enggan untuk berdiri. Jatuhnya meninggalkan bekas luka yang seumur hidup akan tetap ada. Sekarang ketika saya memutuskan untuk menjalani semuanya dengan hal2 baru, ternyata, saya dihadapkan akan masa lalu yang selalu membayangi. Saya memilih *kesendirian* ini dan [terkesan] enggan keluar dari zona nyaman perasaan yang ada. Untuk mencoba kembali, melihat dan mungkin merasakan kembali, hati ini emoh melakukannya. Kesetiaan akan perasaan yang ada, membuat saya menutupnya.

Sekarang, saya menelusuri jalan yang memang harus dijalani yang diberikan oleh Tuhan. Meski demikian, keinginan untuk melakukan suatu napak tilas akan tetap saya usahakan. Pergi ketempat-tempat yang *mungkin* pernah dijanjikan kepada saya, meski kali ini, perjalanan ini akan saya lakukan seorang diri. Hanya beliau, Sang Maha Pencipta yang tau bagaimana masa depan manusia. Dan keinginan ini, hanya beliau juga yang dapat membatalkannya. Semoga kali ini pun, beliau menyetujui asa yang ada.

Langkah kaki ini, semangat ini, dan keinginan hati yang kuat membuat saya lebih bahagia dalam melalui perjalanan panjang hidup. Yang pasti, terima kasih kepada sahabat2 yang selalu menemani dan atas pertemuan2 dengan beberapa orang baru, membuat hidup menjadi lebih berwarna.

Jika dalam buku “Harry Potter and The Deathly Hallows, Harry Potter memulai perjalanan dari tempat kelahiran dan kematian orang tuanya, yaitu di “Godric’s Hollow. Lainnya halnya dengan Kania Potter, yang akan memulainya dari “Kota Gudeg”.
Dan jika dalam perjalanannya, Harry Potter ditemani Hermione Granger dan Ronald Weasley, maka Kania Potter akan melakukannya seorang diri :D .

Love and Peace