ka-nia.com

Catatan Yang Mengiringi Langkahku…

Archive for March, 2009

“Maaf”

Hanya ingin mengatakan “maaf” atas segala hal terjadi.
Maaf, karena belum bisa menjalani semuanya dengan normal. Maaf, karena hingga detik ini belum rela. Maaf, jika sampai saat ini belum iklas. Hanya berusaha untuk menjalani hari-hari dengan kekuatan yang tersisa, menjalani hidup dengan baik, meski sakit itu sampai detik ini masih terasa.

Dan mohon maaf kepada Tuhan, karena belum bisa merelakan dan mengiklaskan-nya.`

  • 4 Comments
  • Filed under: Cerita Kania
  • Jangan Protes Yaaaa…

    Baiklah……kira2 ada beberapa hal yang berubah dengan diri saya beberapa minggu belakangan ini. Upppsss….sedikit siy. Cuman rada gila qeqeeqqe………

    1. Kurus
    Nah kalau yang ini sudah banyak sekali para fans yang protes akibat penurunan berat badan yang cukup signifikan. Jadi bukan nilai mata uang rupiah atau nilai saham yang terkoreksi atau mengalami penurunan yang cukup signifikan, badan pun dapat mengalami hal yang serupa :mrgreen: .
    Iya, saya akui dengan jujur kalau sekarang udah kurus. Berat badan menjadi 50 kg, pipi chubby yang imoet pun ilang entah kemana….. Jadi maafkeun sayah, jika misalnya mengecewakan beberapa orang akibat hal ini, terutama keluarga besar sayah yang amat terkejut melihat keponakan tersayangnya menjadi sebatang lidi :D .

    Ada yang bertanya, kenapa saya bisa kurus dalam waktu yang singkat.
    Baiklah, rahasianya gampang saja. Jadi Anda cukup menderita stress berat, sampe depresi yang tak berujung sehingga ingin bunuh diri… *ingat hanya ingin bunuh diri, bukan bunuh diri beneran, dilarang Agama*…. Jadi keinginan untuk makan menjadi berkurang apalagi ngemil, anda pun bisa berhemat beberapa ribu rupiah ;) .

    101_0923

    Ini pistol beneran. Sekali lagi, ‘dilarang bunuh diri’

    (more…)

    Piodalan…..

    Apa siy piodalan tersebut ?

    Piodalan adalah upacara pemujaan ke hadapan Ida Sang Hyang Widhi Waça dengan segala manifestasinya lewat sarana pemerajan, pura, kahyangan, dengan nglinggayang atau ngerekayang (ngadegang) dalam hari- hari tertentu.

    Kata piodalan berasal dan kata wedal yang artinya ke luar, turun atau dilinggakannya dalam hal ini Ida Sang Hyang Widhi Waça dengan segala manifestasinya menurut hari yang telah ditetapkan untuk pemerajan, pura, kahyangan yang bersangkutan. Piodalan disebut juga petirtayan, petoyan, dan puja wali. Sumber

    (more…)

    Kenang-kenangan…..

    Meninggalkan kehidupan yang telah saya jalani selama ini memang sangat berat. Sahabat, kebiasaan, dan segalanya. Kembali ketempat asal, tiada teman yang benar2 dekat, kehidupan yang berbeda, dan pastinya aturan yang akan sangat ketat. Nga Kania banget dah :p .

    Dan yang paling benar2 menyesakkan adalah kehilangan sahabat2 dekat. Persahabatan memang tidak akan lekang oleh waktu dan tidak akan terbatas pada ruang dan waktu, hanya saja…..rasa kehilangan yang amat sangat pastinya tetap ada.

    Dan hal yang lain adalah, saya meninggalkan sahabat2 yang rada edan a.k.a gila hiihihihii….Aduh kangen dah. Baru sehari aja nga ketemu udah kangen ma guyonan kagak jelas dan menyebalkan. Dan saya pun menerima barang2 kenangan dari mereka. Dari team IT memberikan album dengan tulisan2 yang lucu. Sedangkan secara khusus Pak Itor memberikan saya sebuah buku yang berjudul ‘Babi Ngesot : Datang tak Diundang, Pulang Tak Berkutang’ karya Raditya Dika, semoga ceritanya nga serem2 a.k.a horor (saya udah baca sedikit siy…..lucu…belum selesai….), seseorang memberikan kenangan berupa benda yang selama ini memang saya incar ihihiiihihhi…. Thx u so much yah ;), dari para Pengawal pribadi saya a.k.a Polisi Kedutaan Libya, saya dapat baju Polisi lagi :mrgreen: . Diantara semua yang saya terima, yang membuat saya jengkel, sebel, tertawa, terharu, sakit perut, mengerutkan alis, dahi, dan sedikit keributan adalah hadiah dari Team GA (Mr. Moko, Yasin, Namat, Edi).

    (more…)

    ‘Time To Go’

    Setelah sakit sekian lama, akhirnya saya tiba di Jakarta. Selamat, utuh, meski dengan hati yang hancur.

    Keputusan2 penting telah saya buat setelah kedatangan saya di Jakarta dengan mempertimbangkan segala hal. Saya memutuskan untuk pergi. Itu salah satu keputusan paling baik dan penting yang saya buat. Terus terang hantaman badai yang saya alami menghempaskan saya jauh ke dasar samudera. Menghancurkan hati dan hidup saya. Menghancurkan saya lebih dari apa yang bisa di duga. Inilah titik terendah dalam hidup saya selama 26 tahun ini.

    (more…)

  • 5 Comments
  • Filed under: Cerita Kania