Menjelang ‘kepergian saya’, bos memberikan kesempatan untuk melakukan kunjungan yang terakhir ke Kalimantan Tengah. Dimana disini adalah lokasi terbesar perkebunan perusahaan ini. Saya menikmati sepanjang perjalanan dari Bandara Tjilik Riwut ke Metro Pundu. Meski sesekali saya tertidur. Di mess setelah saya check absen tamu, dari 17 orang yang menginap, hanya saya cewek sendirian. Dan hampir semua kamar ditempati oleh Team Birdie Project (IT). Menempati kamar no.2, saya memulai 4 hari perjalanan ini. Tujuan saya ke Metro Pundu adalah untuk acara SAP GO LIVE. Jadi perusahaan saya telah resmi menggunakan SAP sejak tanggal 5 Januari 2009. Dan diresmikan di wilayah tanggal 9 Januari 2009.

Saya kira dengan menyingkir sejenak dapat membuat pikiran saya lebih tenang. Namun, sakit ini masih terbawa juga. Setiap bangun tidur saya selalu sedih. Bukan karena saya jauh dari kota, tapi karena sakit yang dirasakan. Meski demikian, saya musti tetap beraktifitas. Hingga tiba saatnya malam terakhir saya berada di Pundu. Sabtu, 10 Januari 2009, kami ber-17 diangkut 3 buah mobil, termasuk 2 orang driver, melakukan perjalanan ke Sampit. Membawa pria sebanyak itu dan mereka lama tidak bertemu dengan istrinya, membuat tuch mata pada joget-joget. Mas Dhyas, meski posisinya berada lebih jauh dari Pundu, tetap datang demi saya. Thx u yah Mas.

Apa yang kami lakukan ? Awalnya ke pelabuhan, melihat sungai besar, katanya nama sungai tersebut Sungai Mentaya, kemudian makan di Warung makan Blambangan dengan hidangan ayam goreng. Ditemani buah rambutan dan martabak telur. Setelah itu, kami ke alun2 Kota Sampit. Mengelilingi alun2 dan photo2. Waktu masih sore ketika kami mampir makan jagung bakar, mata gajah dan teh manis. Perjalanan dilanjutkan dengan keliling2 kota Sampit. Mencari target selanjutnya. Setelah keliling2 nga tentu arah, kami kembali ke alun2 Sampit, minum Wedang Ronde dan makan martabak manis. Saya masih ingat kata bos : “Nia, kamu makan tuch yang banyak, mukamu biar nga pucat”. Saya juga heran, selama saya di kebun dan bertemu orang2, semua pada bilang, saya jauh lebih kurus dan pucat. Mungkin memang begitu kali yah…….

Target selanjutnya adalah Seafood. Kami semua makan di Warung Tenda Sari Laut. Jujur ney yah, ini kali pertama saya makan kepiting. Pokoe apa ajalah yang tersaji, dimakan dah. Padahal perut itu dah kembung, saking banyaknya makanan. Tidak cukup sampai disini ternyata, perjalanan dilanjutkan untuk mencari juice segar.

Di cafe juice itu, saya merasa bahwa saya akan sangat sedih kemudian jika pada waktunya saya akan berpisah dengan tim ini. Setiap wajah, setiap kata, setiap tawa, setiap canda, sampe hari ini tetap saya ingat. Memori yang akan dikenang seumur hidup saya. Hal terberat yang akan saya putuskan telah menanti. Ini bagaikan menggantung saya hidup2. Beban yang sangat berat. Seperti kata seorang sahabat : “Bebaskan dirimu Nia, beban yang kamu pikul sudah terlalu berat. Untuk seorang wanita, kamu sangat kuat. Namun, kamu terlihat lelah dengan beban ini. Lepaskan dan iklaskan.”

Terima kasih atas segalanya untuk Team IT Wilayah I, II dan VI –> teruntuk Indra, Agus dan The Special One, Dhyazzz…. Believe me when I Say “It’s Hard To Say Goodbye”