Ketika saya upload tulisan terakhir, kondisi saya sudah semakin melemah. Dengan terpaksa saya memberitahukan hal tersebut kepada ortu. Awalnya, saya adu argumen dengan bapak, yang tetep kekeuh agar saya pulang secepatnya, hari itu juga, atau paling lambat keesokan harinya. Di akhir2 sepertinya beliau akan kalah, tapi senjata pamungkas keluar…..telepon dialihkan ke ibu. Sempet adu argumen dikit, meski intonasi suara menurun, akhirnya saya kalah. Kalau ibu sudah berteriak, mending saya nurut daripada menjadi anak durhaka.

Jadilah saya dievakuasi ke Bali. Saya berangkat dengan kondisi seadanya. Di pesawat, keadaan saya tidak menjadi lebih baik. Karena penyakitnya jadi tambah banyak. Tulang rusuk bagian kanan jadi ikutan sakit, sehingga membuat saya sulit bernapas, belum lagi punggung kanan seperti ditusuk2 pisau. Amat sangat gelisah, hampir gila karena dari dalam diri seolah-olah ada sesuatu yang bergelenjotan pingin keluar. Jika bukan karena anugerah Tuhan, mungkin saya udah teriak2 di dalam pesawat atau menjadi orang gila.

Hingga hari ini, kondisi sudah agak mendingan. Baru bisa bicara, masih susah nafas sehingga sulit tidur apalagi tertawa, saya harus menahan sakit yang luar biasa. Namun sakitnya belum berakhir/berkesudahan juga.
Jika melihat wajah ortu dan keluarga besar saya yang selalu mendampingi saat pengobatan, terlihat khawatir dan sedih. Keinginan saya untuk di Bali dalam waktu yang singkat sepertinya akan gagal, karena Om-Om saya siap membarikade jalan jika saya belum benar2 sehat.

Mungkin jika telat pulang ke Bali, bisa jadi saya pulang tinggal nama saja. Sekarang, saya sudah seminggu di Bali……rada susah untuk ‘mencabutnya’, karena ternyata kirimannya berasal dari luar pulau qeqeqqeeee………bukan tidak mungkin saya dapet ‘kadonya’ di kantor :D . Itulah sebabnya, jadi bingung, karena kalau balik, bukan tidak mungkin juga akan kambuh lagi jika bertemu dengan orangnya qeqeeqq……..

Selalu ada harapan untuk kesembuhan. Baru hari ini ada tanda2 kehidupan di dalam diri saya…… Ibu terutama yang bilang kalau kemaren2 saya tampak ‘nga mau hidup’. Dengan doa dari seluruh keluarga, leluhur yang tidak membiarkan cucunya yang manis ini lebih menderita, dan Tuhan yang sayang ma saya **belagu banget yah***……dan kepercayaan sayah bahwa ‘bantuan akan selalu datang pada mereka yang selalu setia pada Hogwarts keyakinannya’, maka semoga minggu depan, kesehatan sudah jauuuuhhh membaik…. Mohon doanya kepada para pemerhati dan pembaca setia blog ini agar saya secepatnya pulih.

NB :
-Hal yang paling membosankan selain menunggu ternyata adalah sakit. Saya yang biasanya hiperaktif, harus duduk diam menahan sakit. Tidur susah karena sulit bernapas.
-Saya mohon maaf kepada pihak2 yang mungkin merasa tersinggung dengan tingkah laku ataupun kata2 yang pernah disampaikan.
-Saat kita sakit, kita baru tau siapa saudara, sahabat, teman, just teman, just say hello, dan just-just yang lain. Terima kasih kepada Pak Uki, mulai awal sakit sampe detik ini selalu memberikan semangat dan doanya. Udah seperti Ayah saya sendiri. Pak Moko dan Mas Yasin….thx u yah atas semuanya. Sibuk ke Pasar Meyestik belanja belenji qeqeqeq…..Mas Yasin, sorry banget dah merepotkan sampeyan. Thx u juga udah mendampingi sampai masuk terminal 1A. Om dan Tante Nina, yang ngerawat saya waktu di kosan.