Tiba keputusan telah diketok
Hati berniat untuk mewujudkannya
Semangat telah membubung tinggi
Ketika kulangkahkan kaki
Ke arah mana jalan yang telah kupilih
Kutetapkan hati dan pikiranku
Agar tetap sejalan dengan hasrat dan keinginanku
Antara kewajiban dan tanggung jawab
Antara pengabdian dan keiklasan

Namun,
Di saat itu jua
Lubang itu kembali menganga
Saat berusaha kututup dengan keiklasan dan ketulusan
Mungkin usahaku kurang kuat
Mungkin jiwaku belum iklas
Mungkin pikiranku benar2 lelah
Hingga keputusan itu ’seolah-olah’ tersia-siakan

Lingkunganku,
Aku berusaha mengubah sudut pandang
Berusaha untuk mencintai dan menyayangi hal yang tidak ’sesuai’ lagi
dengan jiwa dan keinginan
Jiwaku masih belum bisa menerima
Ragaku lelah untuk melangkah

Inginku,
Menjalani hidup yang telah diberikan-Nya
Menikmati hal yang telah diciptakan-Nya
Bersyukur karena berkah-Nya
Berbahagia karena-Nya