Akhirnya, saya bisa menunaikan janji yang saya ucapkan 7 tahun yang lalu.
Tujuh tahun yang lalu, saya nangkil ke Pura Lempuyang Luhur untuk kali kedua, namun sayang, pas mau naik ke Luhur, hujan deras **deras banget *** mengguyur. Udah basah banget dah. Sebagian teman2 SMA memutuskan untuk tidak naik ke atas. Sebagian lainnya tetep naik ke atas. Saya sendiri memutuskan tidak naik. Karena teman deket nga bisa meneruskan perjalanannya. Waktu itu dia sudah sangat kedinginan. Jadi saya berjanji akan tangkil ke Lempuyang Luhur.

Kami telat berangkat, karena mobil rentalnya baru datang jam 11 siang, sedangkan rencana awalnya kami berangkat jam 8 pagi. Oleh karena itu saya tidak jadi ketemu dengan devari disana. Perjalanannya amat menyenangkan. Sampe pelataran parkir kira2 jam 12-an siang. Kemudian naik bis menuju Pura Penataran. Perjalanan ini benar2 diberkati oleh Tuhan. Meski hujan rintik2 senantiasa menemani, kami tetep melanjutkan perjalanan ke Pura Telaga Mas. Hujan agak deras menerpa. Tapi kami tetep memutuskan untuk naik ke Luhur. Hujan reda kembali. Saya dan Risna rada ketinggalan pas menaiki undakan. Om dan Rian udah nga kelihatan punggungnya. Ibu juga udah jauh di depan. Namun selalu menoleh ke belakang. Siapa tau anaknya paling sulung nga sanggup naik ke atas hahahahah……….atau mungkin milih kabur dan turun kembali.

Pura Penataran

Jam 13.45 kami sampai di Pura Pasar Agung. Hujan deras kembali turun. Namun cuman 5 menit. Setelah sembahyang, kami melanjutkan perjalanan ke Lempuyang Luhur. Peluh sudah bercucuran. Karena saya udah pernah ke Luhur, jadi saya tau bahwa perjalanan tinggal sedikit lagi. Pukul 14.20 kami tiba di Luhur. Akhhh……lega sekali. Akhirnya sampe juga. Cuman yah itu, pemandangannya rada nga jelas, sejak awal naik ke atas, kabut sudah turun.

Lempuyang Luhur

Setelah sembahyang, kami istirahat makan. Perjalanan turun tidak seenak perjalanan naik. Jika perjalanan naik yang rada sakit itu paha, maka kalau perjalanan turun ini, yang sakit itu sekujur kaki utamanya lutut. Saya dan Risna kembali menjadi rombongan terakhir.

Gunung Agung dari Lempuyang

Jika pulang nanti, berharap bisa tangkil lagi. Tapi dengan rombongan yang lebih banyak lagi. Akan sangat mengasyikkan jika tangkilnya rame2. Meski selama perjalanan naik & turun tangga dijamin mulut saya ini akan terkunci hahahahah………..

Pemedek turun dengan berjalan kaki