Hari ini saya baru ngeh/ngerti kalau tunjangan kesehatan menggunakan Blue Dot sudah dibekukan. Jadinya saya harus mikir sejuta pangkat sejuta jika badan ini mulai terasa goyah, kepala berdenyut kencang, punggung terasa nyeri atau kaki kanan yang nga bisa melangkah, hanya untuk pergi ke RS. Jika ke dokter mungkin masih terjangkau. Tapi kalau yang namanya check up/berobat ke RS, mungkin sudah tidak terjangkau :mrgreen: . Bukannya nga dibayar ma kantor siy, cuman bayar sendiri dulu baru kemudian di claim dan diganti.

Ribet No 1 ::::
Sekali berobat kalau tuch HNP kambuh lebih dari harga kunjungan ke dokter dan obatnya. Kayaknya nga kuat dech kantong ini kalau disuruh bayar tunai. Sekali siy gpp. Kalau lebih, bisa kekeringan ney.

Ribet No 2 ::::
Waktu claim ma waktu terima, kira2 10 harian. Berati bisa ditebak kalau kantong tekor gara2 ke RS terus bayarnya 10 hari kemudian berati saya musti super duper hemat dan larak lirik kantong tetangga. Telepon bala bantuan itupun kalau ada pulsa, meski jarang banget isi pulsa karena ada yang ngisiin qeqeqeqeeeeqeq……..

Nah, oleh karena itu dan sebab itu, maka diputuskan bahwa saya tidak bole sakit lagi. Meski sakit/kambuh lagi tuch penyakit2, musti pakai cara2 ala KANIA yang terkenal, seperti misalnya : tahan sakitnya ampe keringetan, terguling-guling di kamar, nangis kalau sakitnya nga ketulungan, pijat2 sendiri bagian yang sakit, main game ampe ngantuks, bengong di taman, mandangin langit, melamun, TIDUR :mrgreen: .

Yah selamat bagi yang selama ini capek menasehati karena masalah kesehatan saya, mulai saat ini saya pasti akan patuh terhadap hukum & perundang-undangan ala Kania mengenai kesehatan :D :mrgreen: