Catatan Yang Mengiringi Langkahku…
22 May
Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Harusnya saya menulis ini mungkin beberapa hari yang lalu. Cuman kagak sempet juga hehehhe………..
Kamis minggu yang lalu, Team Building SAP+IT beserta BPO (Bussines Process Owner) berangkat ke Hotel Yasmin di Puncak, Jawa Barat. Karena sampenya udah malam, jadi udara begitu dingin menusuk tulang. Uhhh….langsung berkelotak bunyi tulang belulang, nga berani sama sekali buat mandi
. Acara dimulai pukul 10 malam **gile, dingin banget*, perkenalan dari team Outbound PT Prima Insight ; dan game mencari bendera ; tiket u/ dapat baju outbound. Yang nga dapat bendera, dengan susah payah mendapatkan baju dengan dikerjain terlebih dahulu. Pukul 11.30 barulah semua peserta kembali ke villa masing2. Saya satu rumah dengan Mba Widiya, Angel, Yanni, Novi dan Yayuk di Villla Rinai 2.
10 May
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu
tak terbiasa kudapati terdiam mendura
Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu
sekilas galau mata ingin berbagi ceritaReff :
Kudatang sahabat, bagi jiwa
saat batin merintih
usah kau lara sendiri
masih ada asa tersisaLetakkanlah tanganmu di atas bahuku
biar terbagi beban itu
dan tegar dirimu
Di depan sana cah’ya kecil ‘tuk memandu
tak hilang arah kita berjalan
menghadapinyaSekali sempat kau mengeluh, kuatkah bertahan
satu persatu jalinan kawan beranjak menjauhBack to Reff.
Usah Kau Lara Sendiri
By : Katon Bagaskara & Ruth SahanayaLagu ini untuk sahabatku yang sedang gundah gulana ; sedih ; sakit hati ; stress.
Ketika kau lihat kabut pagi ; cuaca mendung menyelimuti ; ingatlah bahwa di balik semua itu ada Matahari yang siap memberikan kehangatan Sinarnya.
Percayalah, aku selalu ada di sisimu meski hanya sebagai pendengar setiamu.
8 May
KALAU kita membaca purana-purana mengenai tanah Bali, maka kita mendapatkan gambaran tentang tanah Bali yang begitu asri. Pantai, sungai, tebing dan hutan yang demikian mempesona. Di situlah para leluhur Bali mendirikan tempat suci.
Begitu kaya alam Bali. Berbagai tanaman ada. Kekayaan alam inilah yang dipersembahkan dalam ritual keagamaan di pura. Konsep leluhur orang Bali di masa lalu adalah tempat suci di Bali harus didukung oleh alam indah dan sarana persembahyangan yang datang dari alam Bali sendiri. Kalau mau dikatakan dengan bahasa sekarang yang lebih modern, persembahkanlah hasil kekayaan alam sekitar dalam setiap pemujaan.
Sayangnya, kini manusia Bali sudah berubah, melupakan warisan leluhurnya dan sudah menyimpang jauh dari purana yang ada. Janur (busung) sudah datang dari Banyuwangi dan Situbondo, demikian pula bunga, ayam, itik dan telur. Buah bertruk-truk datang dari luar Bali termasuk dari luar negeri seperti Amerika, Cina, Thailand dan sebagainya. Sotong, juwet, belimbing, jeruk Bali, sudah kalah gengsi dengan buah peer dari Cina, apel dari Amerika dan sebagainya.
Padahal, tanaman khas Bali yang dipelihara para leluhur orang Bali di masa lalu, bukan saja untuk persembahan di pura kalau ada upacara, juga untuk sarana mengobati orang sakit. Antara tanaman yang tumbuh di tanah Bali dan penyakit yang diderita orang Bali, klop. Keahlian orang Bali dalam meracik hasil-hasil alam ini memunculkan apa yang disebut dengan Usada Bali, sebuah ilmu pengobatan penyakit dari bahan alam. Memang, ilmu semacam ini bukan hanya ada di Bali, di berbagai belahan bumi juga ada. Tetapi yang pasti, ilmu ini (Usada Bali) jauh lebih cepat merosot dibandingkan yang dipraktikkan di India maupun Cina. Bahkan dunia kedokteran modern sudah mengakui keunggulan ini sehingga banyak obat-obatan dan suplemen kesehatan yang memakai racikan dari alam. Herbal, begitulah istilah populernya.
4 May
When greeting sent from a distance, can’t hear wishes and see smiles but can sense care truly from heart HAPPY BIRTHDAY SIS may happiness, health and wealth be with all time. God Bless U Always & Love U So Much Sis
![]()
3 May

Naik plafon

Meski takut ketinggian, mesti naik. Biar tau lokasi plafon buat narik kabel. Ampe mau nangis karena dikerjain