9 Feb
Kemana saya beberapa hari belakangan ini ???? Ada yang bertanya karena saya tidak beredar di dunia ini
. Saya siy ada, hanya saja sedang terkurung dikamar kosan. Tidur, nga bisa bangun, susah jalan ; susahnya kalau jadi pesakitan.
Sampe hari ini, resep dokter belum saya tebus juga
.
Seminggu ini, banyak sekali hikmah dari segala hal yang terjadi. Meski terkapar dan terpenjara di kamar, berita2, kabar angin, kabar burung, kabar dari segala penjuru datang n pergi
. Begitu juga begitu banyak kebenaran, datang dari segala arah.
Dendam, iri dengki atau kah ketidaksukaan segelintir orang, ikut masuk dan berusaha merusak hidup dan kepercayaan yang selama ini ada.
‘Hati-hati’ merupakan kata yang musti ditanamkan dalam hati dan otak ini. Apapun yang dikatakan Ibu ketika itu ; banyak sekali benarnya. Banyak peristiwa yang menyadarkan saya. Pas nulis ini saya belum selesai introspeksi diri dan merenungnya hehehehhe……..
Waktu istirahat kemaren, ada 2 buku Agatha Christie yang saya baca. Saya suka membayangkan, apa yang direnungkan oleh Hercule Poirot ketika dia musti memecahkan suatu kasus. Yang selalu dia katakan ketika ditanya bagaimana cara dia memecahkan kasus itu adalah : berpikir, menggunakan sel abu-abu-nya
. ***ini nga ada hubungan kayaknya dengan tulisan ini***
Setelah melihat peristiwa2 dan curhat orang selama ini ***saking banyaknya, saya mau buka konseling aja***, entah karena umur yang semakin menua atau kah banyak hal yang sudah saya lalui dan dengar ; saya selalu mencoba memahami orang lain, tidak hanya mengerti saja serta tidak bertindak sebagai hakim atas orang lain. Ini bagian tersulit yang mungkin saya coba pelajari dan pahami. Melihat permasalahan tidak hanya dari sisi saya, tapi di sisi orang tersebut, membandingkan dari semua sisi dan sudut pandang. Mungkin saya belum terlalu mendalami, sehingga terkadang ada yang bolong2 dan butuh waktu untuk memahami.
Ini pendapat saya : Kadang kedewasaan atau kebijaksaan itu lahir dan tumbuh karena orang itu memahami dan mengerti orang lain atau peristiwa. Memandang semua hal dari segala sudut pandang, dari semua sisi dan tidak menghakimi orang lain. Lahir dan tumbuh juga melalui pengalaman. Saya meletakkan pengalaman di bagian akhir, karena terkadang orang tidak banyak belajar ataupun mengambil hikmah dari peristiwa ataupun kejadian dalam hidupnya. Sekali lagi ini hanyalah pendapat saya
.
Bagaimana akhirnya saya menghadapi hal tersebut ***paragraf kedua*** ?? Awalnya marah kemudian sedih dan akhirnya tertawa. Hanya itu yang bisa saya lakukan ?? Ada banyak hal yang bisa dilakukan
. Tergantung dari sisi mana saya melihatnya dan semuanya pasti akan saya lakukan dengan suatu niat yang baik.
“Siapa yang menanam, dialah yang menuai ; suatu niat baik, pasti akan berakhir baik pula jika dilakukan dengan baik ; dosa lama meninggalkan bayangan yang panjang ; dan biarkan kebenaran mengalir dari segala arah “.
3 Responses for "Kesadaran ataukah Kedewasaan"
gak semua orang bisa ber”empati” dengan baik

wie yakin honey akan bisa melalui nya dengan sempurna
i’ll beside u OK:)
@Ciluuk : Makasi makasi makasi. Wie yang paling ngerti
. Semoga selalu menjadi orang yang baik2 qeeqqe…..
@kania : did u feel?
Leave a reply