Setahun yang lalu………….

Pukul 3 dini hari, di sebuah kosan di Jl. Sesetan, Denpasar ; seorang wanita terbangun dari tidurnya yang menegangkan. Hari itu dia harus pergi **lagi, keluar dari pulaunya. Dengan berat hati, dia melangkahkan kaki ke kamar mandi, udara di luar begitu dingin.
Setelah beres dengan semuanya, dia membangunkan sang adik yang masih terlelap. Sang adik tampak begitu mengantuk. Namun, dengan cepat dia pun bersiap-siap **tanpa mandi.

Pukul 4 lewat, mereka keluar dari kosan, mengendarai motor, melewati Jl. Bypas Ngurah Rai. Sesampainya di bandara, merekapun berpisah sambil mendoakan keberhasilan masing2.
Hari itu, mereka berdua berjuang untuk masa depannya masing2.

Pukul 7.30, pesawat pun mendarat dengan mulus di Bandara Soekarno Hatta. Ini kali kedua dia menjejakkan kakinya bandara tersebut. Sobatnya pun datang dan tersenyum. “Kamu naik Bis Damri jurusan Blok M aja”, begitulah kira2 kata sang sahabat.

Pukul 9.15, sampailah dia di pangkalan Bis Damri Blok M. Bingung mencari alamat yang dimaksud, naiklah dia Taxi mencari alamat tersebut : Jl. Sungai Sambas IV Blok BIII 24 A, Panglima Polim. 10 Menit kemudian sampailah di tempat yang dimaksud. Ternyata dekat sekali dari pangkalan bis. Bayar taxi aja Rp 10.000,-.

Sampai di dalam, bertanyalah dia kepada resepsionis : “Mba, saya mencari Pak Agus Ardiansyah untuk wawancara, beliau ada ??”.
Sang resepsionis menjawab : “Silahkan duduk dulu mba”.
Sambil menunggu, dia pun membuka lembar demi lembar buku “The Godfather”, sampe akhirnya namanya dipanggil. Bergegas masuk ke ruangan yang dimaksud dan mengisi formulir. Setelah bercakap-cakap, diapun di test psikotes bersama seseorang yang baru dikenalnya pas menunggu tadi. Mereka berdua sibuk menjawab soal2, sibuk menghitung, sibuk menggambar, capek menulis, dan kedinginan. Setelah tes selesai, mereka kembali ke tempat duduk di ruang depan. Menunggu lagi……….

Merekapun berbincang-bincang, sampe sang wanita dipanggil kembali untuk wawancara. Wawancara pertama yang nga sukses. Karena sang wanita ternyata tidak berminat menjadi programmer. Terlihat sang pewawancara banyak pikiran dan letih. Wajahnya nga akan dilupakan oleh sang wanita.
Sang wanita kembali duduk di tempat semula. Menunggu lagi…….
(Thx Pak Indra)

Panggilan datang pukul 3 sore, wawancara berikutnya dengan sang manajer HRD. Sepertinya beliau sibuk mencoret-coret daftarnya dan sibuk menulis jawaban dari pertanyaan2nya. Sang wanita kembali tidak yakin dengan wawancara keduanya dan menjadi sedih karenanya ; dan kembali dia harus menunggu :)
(Thx Pak Tantho atas pertanyaanya yang njelimet)

Satu jam kemudian, dia dipanggil lagi keruangan yang sama, wawancara lagi…….. Kali ini dia mendapat buanyak pertanyaan mengenai hal teknis. Tetap saja, dia nga yakin dengan jawaban2nya. Apalagi ketika dia diberi pertanyaan mengenai alamat router, jika IP-nya sudah diketahui ; bener2 konyol sekali, karena dia tidak bisa memberi jawaban :mrgreen:
(Thx Pak Itor atas PR-nya)

Diapun menunggu lagi untuk wawancara-nya yang katanya ‘terakhir’ ; Akhirnya pukul 5 dia dibawa naik ke lantai 2 dan masuk ke ruangan yang lain lagi. Disini kepercayaan dirinya kembali datang ; menjawab apa yang perlu dijawab dan bertanya apa yang perlu ditanyakan. Pria ini duduk begitu tenang, sangat berwibawa dan murah senyum ; sangat kebapakan :mrgreen:
(Thx Pak Ferry karena menerima saya)

30 Menit kemudian, dia sudah tau apa keputusannya dan sudah diberi tau juga mengenai apa saja yang akan dia kerjakan, kapan dia akan memulai pekerjaan-nya. Dengan terharu dia mengucapkan banyak terima kasih kepada pria terakhir yang mewawancarainya dan calon bos-nya.

Dia pun turun ke lantai satu, sang teman perjuangan yang dia temukan di tempat tersebut pun bertanya mengenai hasilnya, dan mengucapkan selamat atas keberhasilannya. Sang teman yang sampai hari ini sudah seperti saudaranya ; karena sang pria tersebut diterima pada akhirnya **3 bulan setelah sang wanita bekerja di tempat tersebut.
(Thx to Yasin yang udah menemani seharian)

Sang wanita bergegas ke pangkalan Bis Damri, waktu telah menunjukkan pukul 6 sore. Dalam perjalanannya, hatinya sangat riang gembira dan sangat terharu oleh hadiah yang diberikan Tuhan untuknya. Dia pun kembali melakukan perjalanan singkat menuju tanah kelahirannya.
(Thx to Mas Adi atas semua petunjuknya, penyelamat lain yang dikirimkan Tuhan ;) )

Pukul 11 pm, pesawatnya mendarat ; sang adik kembali datang menjemputnya. Sang adik tersenyum dan mengucapkan selamat. Mereka pun tertawa bersama dalam perjalanannya kembali ke kosan di Sesetan. Sebelum tiba di kosan, mereka mampir di warung tenda dekat kosan, sms orang2 yang perlu dikabari ; karena berita bahagianya merupakan berita yang mengharukan bagi keluarga mereka. Karena di hari yang sama, sang adik pun diterima di salah satu perusahaan kontruksi.
(Thx to Bapak+Ibu+adik2 atas dukungannya sampai detik ini ; thx to Risna, sorry Mbo selalu ngrepotin, semoga impianmu tercapai dik ; Thx to Wie atas segala hal yang telah dilakukan, mengerahkan segenap kekuatan untuk selalu mendukung keputusan, langkah dan pikiran adik ; dan thx to kakak-ku yang jauh yang mendukung semuanya).

Saya pun sekarang disini, tersenyum membayangkan setahun yang lalu. Memori yang tidak akan pernah saya lupakan. Perjalanan hidup yang mengantarkan saya untuk lebih mengerti dan paham akan kehidupan dan bahwa keinginan untuk mendapatkan sesuatu tidaklah semudah yang kita bayangkan ; penuh dengan perjuangan, kerja keras serta keuletan dan kesabaran ; dan yang lebih penting lagi adalah dukungan semua orang yang dicintai untuk mendapatkan hal tersebut dan restu dari Tuhan :mrgreen:

Selamat hari Valentine semuanya :mrgreen: