Catatan Yang Mengiringi Langkahku…
11 Jan
Menelan ludah, bermuram durja, menitikkan air mata, hatinya pilu, ditengah hiruk pikuk orang di dalam bis 47. Gelap menyelimuti kota, namun di dalam bis panas menyengat, empet + eneg dan mendung menyelimuti jiwanya. Hal yang paling diinginkannya, hal yang paling ingin didapatkannya, hal yang paling ditunggunya, di hari yang sudah ditentukan setelah menunggu selama 2 tahun, kandas oleh sesuatu di luar rencananya. Dia tau, hanya saja tak berdaya untuk mencegahnya. Tak berdaya u/ menggapainya. Apa daya tangannya tak sampai. Sebenarnya dia bisa mendapatkannya, hanya dia harus menunggu lagi, lagi, lagi dan lagi.
Hal yang ditunggunya, mungkin bisa menyelamatkannya dari kebosanan, kebingungan, kesepian dan kelelahan hatinya. Sekarang, kembali dia harus menunggu sampai saat itu tiba. Dan dalam penantiannya kali ini, akan lebih banyak terjadi pergulatan dalam jiwa&hatinya. Dan mungkin, ketika dia mendapatkannya, tidak seantusias ketika pertama kali seharusnya dia mendapatkannya. Sedih dan sepi-nya tiada yang bisa mengobati
4 Responses for "Asa-ku [Lepas]"
wish you all the best Nia, moga cepet baikan
*melangkah mendekat dg penuh tanda tanya, ada apakah gerangan, teman?*
@Butek : Wakakakaka…………apanya yang baikan ?? Saya sehat2 aja ko

Nga ada apa2. Semuanya baik2 aja
i knew what u fell last day….
just give u surprise!!!
trus gimana, dah dapet??…
@Ciluuk : Udah. Thx u yah. Thx u banget. Meski sebelumnya merasa akan kehilangan hari2 yang terbaik. Thx u banget
Leave a reply