Menelan ludah, bermuram durja, menitikkan air mata, hatinya pilu, ditengah hiruk pikuk orang di dalam bis 47. Gelap menyelimuti kota, namun di dalam bis panas menyengat, empet + eneg dan mendung menyelimuti jiwanya. Hal yang paling diinginkannya, hal yang paling ingin didapatkannya, hal yang paling ditunggunya, di hari yang sudah ditentukan setelah menunggu selama 2 tahun, kandas oleh sesuatu di luar rencananya. Dia tau, hanya saja tak berdaya untuk mencegahnya. Tak berdaya u/ menggapainya. Apa daya tangannya tak sampai. Sebenarnya dia bisa mendapatkannya, hanya dia harus menunggu lagi, lagi, lagi dan lagi.

Hal yang ditunggunya, mungkin bisa menyelamatkannya dari kebosanan, kebingungan, kesepian dan kelelahan hatinya. Sekarang, kembali dia harus menunggu sampai saat itu tiba. Dan dalam penantiannya kali ini, akan lebih banyak terjadi pergulatan dalam jiwa&hatinya. Dan mungkin, ketika dia mendapatkannya, tidak seantusias ketika pertama kali seharusnya dia mendapatkannya. Sedih dan sepi-nya tiada yang bisa mengobati :?