Suatu ketika :

X : Kamu terlalu berat sebelah
K : Maksudnya ??
X : Yah terlalu berpihak pada yang lain
K : Emang ada apa ?
X : Ada kubu-kubuan niy
K : Kubu itu dalam bahasa Bali artinya rumah ditengah sawah loh..
X : Bukan itu..
K : Oooo……hehehhe…….I C
Tapi aku nga berat sebelah koq. Apalah aku ini. Aku tidak berpihak pada siapa2 dan akan tetap seperti itu. Netral aja.
X : Tapi kelihatannya kamu lebih berat ke kubu xxxxxx….
K : Kelihatannya khan. Tapi aku tetep netral.
X : Tapi emang kamu lebih berat ke kubu xxxxxx….

Sebenarnya saya tau nga ya ada kubu-kubuan :? . Kayak politik aja.
Aslinya, saya bisa merasakannya. Hanya saja, buat apa terlalu mempermasalahkan urusan yang belibet ribet bin amboradul. Ihhh…bukan Kania deh namanya kalau ikut terjun ke urusan belibet, ribet bin amboradul. Bukan Kania juga namanya kalau nga tau ada hal2 seperti ini :mrgreen: . Bukan Kania juga namanya kalau berat sebelah apalagi kepala dua atau istilah lain lidah dua *waks gimana nyebutnya *.
Saya akan bersikap dengan gaya saya sendiri. Dengan mood saya sendiri. Dengan penilaian saya sendiri. Dengan keanehan-keanehan yang sering kali membuat saya sepertinya dan seolah olah “berat sebelah” atau apalah kata lainnya. Jadi berpikirlah semau maunya, karena saya juga punya pikiran semau-mau saya sendiri. Berkata lah semau maunya karena saya akan berkata semau-maunya sendiri. Bertindaklah semau-maunya karena saya juga bertindak semau-mau sendiri. Jadi hidup ini bebas khan :mrgreen: .