Awal pindah ke SS2 15, rasanya ada yang kurang. Yaitu teman untuk diajak ngbrol2 kalau pulang dari kantor. Di kamar yang baru, terasa sepi, lapang, luas, dan kosong. Awal disana, kegiatan yang dilakukan adalah nyetel musik dari laptop dan saya sibuk membaca koran2 bekas :( *Kania nga punya TiVi*. Kasihan sekali mungkin hiihihi…… Awal2 disanapun beberapa orang bertanya, adakah saya betah n kerasan tinggal di SS2 15. Jawaban saya tentu saja TIDAK. Sampe pikiran untuk pindah ke SS7 8 jika rumah sudah selesai direnov juga pernah terlintas. Tapi Kania, memang perlu waktu sedikit untuk menyesuaikan diri dengan keadaan disekitarnya :mrgreen: .
Untuk mengisi kekosongan tersebut, saya menanam & merawat bunga “Jepun” (istilah Bali). Bunga tersebut diberikan anak2 SS7 buat dirawat agar nga bosan. Tiap pagi n malam, tuch bunga diajak ngobrol2 qeqeqe…kalau tuch bunga bisa ngomong, mungkin dia akan mengatakan saya gila. Tapi emang iya siy. Kadang senyum2 n tertawa-tawa sambil merapikan tanah2 sekitarnya hehhe….
Karena sering diajak ngbrol tentunya dia diberikan nama. Sebuah nama yang terdengar aneh di telinga anak2 SS7, “efka”, itulah namanya. Maunya siy Kafka qeqeeqeq…..tapi jadinya malah “EFKA”.

Nah ceritanya, si EFKA khan sendirian. Sendirian dalam arti dia nga ada temannya yang sebaya. Koq sebaya ?? Karena pot2 disebelah Efka, besar2 sekali, dan udah tinggi…..umurnya pun mungkin lebih dari dua tahun. Oleh karena itu, Efka perlu dicarikan saudara untuk menemaninya diantara pot2 yang tinggi tersebut :mrgreen: .

Minggu pagi, tepatnya tanggal 2 September, saya n Mas Tuyan pergi ke Pasar Melawai.
Malam sebelumnya janjian mau pergi jam 6 pagi. Tapi apa mau dikata, saya bangun jam 6.30. Jadilah kami pergi jam 7.00 heheh…… Disana sebenarnya mau nyari euphorbia, tapi kagak ada satupun penjual bunga yang menjualnya. Setelah lama lihat2 n hanya clingak clinguk, akhirnya mata ini melihat sesuatu yang kecil mungil dalam pot hitam. Cuman daun2 aja, tapi kata penjualnya itu bisa berbunga. Si penjual menyarankan membeli yang udah berbunga, tapi mohhh akhh…..saya ingin melihatnya tumbuh koq hiihhih……akhirnya beli lah tuch tanamanan. Namanya kalau nga salah Pillo Eceng. Jadi tuch bunga saya bawa pulang, dan waktu diletakkan disebelah Efka, saya bilang bahwa dia punya saudara baru. Namanya Pillo.
Setiap mau berangkat kerja atau keluar dari kosan, Efka dan Pillo selalu dipamitin. Pulang kerja, musti diajak berbincang2. Habis nga ada teman siy :p.

Sebenarnya masih ada sisa satu pot lagi di kosan. Rencana untuk menanam Euphorbia tetap ada. Sampai saya punya ide cemerlang n kreatif, yaitu minta ke pacarnya Amir untuk memotong salah satu batang Euphorbia di rumah bosnya qeqeqe…..
Dan begitulah, kemaren pagi sewaktu berangkat kerja, akhirnya ide itu tersampaikan ke Ning. Ning yang sedang menemani Saphira *anak bosnya* untuk jalan2, saya ajak berdiskusi sedikit. Saya cuman bilang, minta batangnya yang kecil aja. Karena melihat begitu rimbunnya Ephorbia di atap rumah tersebut. Ning pun dengan senang hati bersedia untuk “menyelundupkan” batang bunga tersebut. Dia cuman memberi beberapa pesan, bahwa bunga tersebut agak cerewet. Dia berkali-kali gagal menanam batang bunga tersebut.
Malamnya, pulang kerja….Amir memberikan “hasil selundupan” tersebut. Wah si Ning bener2 baik. Dia tidak memberikan satu, tapi 2 batang sekaligus. Yang pertama, batang plus bunganya….dan sebuah lagi batang bunga yang kecil n imut.

Karena pulang kerja udah malam, akhirnya batang2 tersebut baru ditanam subuh tadi. Dan saya agak bingung, karena kekurangan satu pot lagi. Ide cemerlang kembali terlintas. Pot ibu kos banyak yang kosong, dan keuntungan yang lain, pot2 tersebut sudah ada tanahnya hiihihihi… :mrgreen:.
Bermodalkan sekop kecil, mulailah saya menanam batang2 tersebut.
Pot2 bunga tersebut diletakkan disebelah Efka dan Pillo, dan saya memperkenalkan mereka dengan nama Pippo *batang yang besar* dan Eppo *batang yang kecil* :p. Puaslah hati ini ketika melihat pot2 kecil tersebut berjejer dengan pot2 yang lebih besar ihihihihi…..

Semoga mereka tetap hidup, tumbuh dan berbunga. Saya tidak khawatir dengan Efka dan Pillo, karena selama ini, keduanya sudah teruji. Hanya saja, Pippo dan Eppo baru saja ditanam, dan belum2 mereka harus menghadapi kesedihan langit. Hujan deras n petir menyambar-nyambar :(. Semoga Pippo dan Eppo bisa bertahan hidup. Dan dapat berbunga sebagaimana mestinya.

EFKA, PILLO, PIPPO, EPPO, HIDUP dan BERTAHANLAH….. SEMANGAT :mrgreen: !!!!!

Note : Nulis ini sambil ketakutan karena suara petir n cahayanya yang berkilat-kilat. Pokonya saya takut yang namanya Petir. *****KABUR*******