“Teman Baru”…..??? Apalagi niy setelah sisi lain hati Kania…..Jangan2 selingkuhan baru yah……. :-|

Semenjak dua bulan tinggal di Jakarta, praktis lingkungan saya yah hanya kosan ke kantor. Jarak yang dekat tentu terkadang membuat saya merasa tidak aman juga jika malam2 pulang sendirian. Tentu saja saya harus mengantisipasi hal ini. Bagaimana donk yah…… :D
Awal-awal tinggal disini, saya melakukan pengamatan bahwa tiap sore ampe tengah malam, beberapa tetangga yang isinya cowok semua pada ngumpul di dekat kosan saya.Awalnya siy takut banget. Akhirnya saya mulai terbiasa dengan kehadiran mereka. Justu merasa aman, meskipun kadang mereka agak jahil ke saya. Awalnya juga biasanya saya tidak menanggapi mereka, tapi saya pun tersadar, bahwa saya tiap hari n tiap saat melewati mereka, tentu saja mereka musti dihormati n dihargai juga sebagai orang yang menjaga jalanan Sungai Sambas VII :D. Nah pada suatu malam, waktu itu saya pulang udah jam 9-an, melihat mereka sedang ngumpul di sebelah kosan, saya yang akan melewati kumpulan anak muda pun sudah siap dengan rencana sebelumnya. Jadi pas mendekat, salah seorang memanggil saya. Saya pun tersenyum dan menyapa mereka. Waktu itu salah seorang memberikan saya makanan untuk dicoba…..sambil makan tuch bacang *kalau nga salah*, saya pun memberanikan diri untuk berkenalan dengan semua yang ada disana. Hehheheh…….lega sudah. Seperti rencana semula, saya harus mengenal mereka, nama dan asal mereka masing2. Dan sejak malam itu, hubungan dengan mereka terus membaik. Kadang kami ngumpul2 untuk makan rujak, atau bakar2 ayam, kadang juga sekedar ngumpul sambil menunggu dug-dug yang lewat.

Meskipun ada yang tidak suka dengan mereka, tapi saya tetap berteman dengan mereka. Klu pulang malam, asal melihat mereka sedang ngumpul, meskipun hanya 2-3 orang, udah membuat saya tenang, bahwa saya aman. Mereka oleh seseorang dianggap sebagai preman, padahal mereka ini punya pekerjaan yang jelas. Pekerjaan mereka macam2, ada yang menjadi penjaga rumah, tukang bersih2, tukang masak, supir, satpam, tukang bersihkan mobil. Inilah teman2 baru saya, dan inilah kenapa saya mengatakan bahwa mereka termasuk Dunia Lain dari Dunia saya sendiri. Dunia saya adalah Dunia penuh dengan target2, pekerjaan setumpuk, tekanan, himpitan dll. Tapi ketika saya berkumpul dengan mereka, Dunia itu lenyap meskipun sementara, menjadi Dunia yang penuh dengan tawa n canda. Jauh sekali dengan dunia saya. Disana, meskipun mereka terlihat biasa tapi aslinya mereka masih lugu dan polos dalam pemikiran. Ada yang bicara ceplas ceplos dan lucu sekali setiap bercerita ehehehe….. Saya pun membaur tanpa ada tendensi datang dari dunia yang berbeda seperti yang mereka selalu katakan. Saya pun sama dengan mereka, menjadi kuli. Saya pun sama dengan mereka, yaitu sama2 manusia. Tidak ada yang berbeda antara saya dengan mereka, tentu saja berbeda gender saja. Karena saya satu2nya wanita dalam kelompok kecil tersebut hehehhehe…………

Kejadian semalam tentu membuat saya lebih kangen pada keluarga di rumah. Semalam, saya lagi jengkel pas pulang kantor. Pokoe ada sesuatu lah. Sampai kosan, saya tidur-tiduran, jam 7.30 pm, lanjut ke kegiatan mencuci pakaian. Jam 8.30 saya keluar cari makan. Sambil membawa kue yang seabrek banyaknya *dikasi oleh orang2 Audit, setelah seharian setting notebook mereka*. Dan saya pun bergabung dengan kelompok kecil tersebut dan membagi kue tersebut. Sambil menunggu dug-dug yang lewat, kami pun ngbrol kesana kemari nga jelas, yang pasti membuat saya tertawa terbahak-bahak. Habis itu, ada yang main gaple……. *oh y, entah kapan, di suatu malam, saya juga pernah main gaple dengan mereka qeqeqeqe…… *, terus ada yang main gitar…..pas melihat mereka main, dan mendengar suara gitar, mengingatkan saya akan rumah.
Dulu kalau ada rahinan ataupun odalan, keluarga besar pasti ngumpul. Dan pasti ada yang main kik, gaple, ceki dll heheh…..saya pun sering main loh….n biasanya Risna tuch yang menang ;). Bli Mang Eyek biasanya main gitar dan duduk di sebelah orang yang sedang main. Dan saya yang sedari kecil udah kayak laki2, ikut gabung dengan kakak2 n Om2 saya. Mereka semua membentuk lingakaran2 kecil. Saya duduk biasanya di sebelah bapak atau Om Alit *klu mereka main ceki*, atau duduk disebelah Bli Tut Putra atau Bli Mang Dupem *klu main gaple hhehhe….*. Saya memandang mereka satu persatu, gimana koq mereka bisa menang dan memperhatikan kakak saya yang pintar main gitar. Dan biasanya para ibu2 juga tidak kalah loh. Ibu, Byang Tu, Wak Man, Mbo Tu Ye biasanya juga main ceki hehehe…… Jadi kangen niy hiks hiks hiks…….
Semalam sambil memperhatikan mereka main, dan mendengar alunan suara gitar, saya jadi terharu n jadi sentimentil. Tapi itulah yah…..mungkin karena udah kangen banget jadi sedikit aja ada yang mengingatkan tentang rumah, pasti jadi gitu.

Mungkin banyak yang tidak suka dengan kebiasaan baru ini, karena mungkin ada yang menganggap mereka nga jelas dll. Tapi saya tetap tidak peduli. Bagi saya merekalah yang kadang membuat saya lupa tentang kepenatan kantor. Tidak ada yang membicarakan tentang pekerjaan setumpuk. Mereka bicara apa adanya. Saya mendengar cerita dan pengalaman mereka untuk hidup. Betapa susah mereka melaluinya. Benar kata Ibu, “kita harus bersyukur hidup seperti sekarang, karena banyak di luar sana, hidupnya lebih susah, masalahnya lebih banyak dari kita”. Bicara dan mendengarkan mereka, membuat saya lebih banyak lagi belajar dan menjadi lebih bersyukur pada Tuhan akan hidup yang telah diberikan pada saya n keluarga. Ini lah teman baru n bisa dikatakan dunia baru kali yah…….Tuhan mengirimkan mereka untuk menjadi teman2 saya dan hanya Tuhan pulalah yang bisa mengambil dunia baru ini. Jadi ketika ada yang menjelek2kan niy teman baru, saya tidak peduli, apalagi klu ada yang melarang-larang….wah langsung dech berhadapan dengan batu karang hehehhe……

Saya pingin banget bisa main gitar…dulu waktu semester 1, pernah diajari Maria, terus diajarin Triemble……tapi lupa kunci2nya dan ya gitu nga serius belajarnya. Jadi semalam, pas lihat salah seorang pinter main gitar, langsung dech minta diajarin. Tapi syaratnya itu loh. Harus bener2 belajarnya, serius dan sering latihan. Gimana mau belajar, pulang kantor aja udah malam, nga sempat latihan pastinya karena capek begitulah kata sang guru. Mmm……bener juga siy……tapi karena saya orangnya emang angin2an, jadi sekarang pingin belajar, nga tau ntar malam atau besok qeqeeqq………… Tapi sang guru pun tetap membolehkan saya untuk belajar, pas sempet dan pas santai aja hehhehe…….Terima kasih yah……buat Mas Tuyan yang selalu memberikan subsidi makanan *si ahli masak n sambalnya ueeenak banget*, Mas Darus, Mas Heri n Mas Salman dengan cerita2 lucu n caplas ceplosnya, Iman n Agus yang culun n kayak anak kecil, Amir n Ilham yang ngag jelas, Faiz yang nge-bete-in dan calon guru main gitar *ngag banget dech Iz :p *. Dan semoga kalian semua tidak menjadi bujangan seumur hidup qeqeqeeqeeeeeeqeqq…….