Akhhh…..sejak kapan saya punya penyakit “lupa” yang begitu parah. Awal bulan Mei kemaren, saya ingat betul, bahwa tanggal 4 adalah hari istimewa bagi sang adik. Tapi tak disangka, semalam saya melupakannya. Bahkan pagi ini pun lupa, kalau saja saya nga baca email reminder dari “Friendster”. Damn…..kenapa bisa begini ??? Langsung meminta maaf dalam hati, segera meminta ke Bang Alex untuk transfer pulsa *kebetulan dia jualan pulsa :D*. Tapi pas pulsa masuk, saya pun tidak kunjung menelponnya. Dipanggil untuk ini n itu, check ini n itu. Karena bos saya nga masuk, jadinya saya harus pindah ke gedung utama. Jam 8.30, pas dalam perjalanan, barulah nelpon sang adik.

Risna

Ketika saya menelponnya, dia langsung berteriak kegirangan. Met Ultah ya dik. “Maafkan Mbo Nia”, kata saya sambil terharu saking merasa bersalahnya. Dia pun tertawa, “yang penting kamu nga lupa” katanya. Saya mejawabnya dengan penuh penyesalan yang dalam, “sayangnya Mbo Nia juga lupa, kalau saja hari ini nga baca email, maaf ya dik”. Dia pun langsung marah2 dan terdengar sedih “Ouhhh tega banget…..Risna nungguin kamu semalaman, nungguin teleponmu. Menjelang pagi baru tidur. Dan pas bangun Risna masih menunggu teleponmu, tapi kamu nga nelpon juga. Kamu tau nga siapa yang nelpon pertama, Dina. Dina yang telpon pertama. Biasanya khan kamu orang pertama….. Kamu koq lupa??”. Saya pun mendengarkan, sambil mengumpat diri sendiri. Menangis dihati melihat saya yang menjadi begitu menjijikkan. Saya melupakan ulang tahunnya. Hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya. Baru kali ini, baru kali ini. Hiks hiks…… “Maaf gek, jangan marah yah….”kata saya sambil tertawa, berusaha mencairkan suasana. Tambahan beberapa potong kata lagi, sehingga dia tertawa lagi. Hesss….saya cerita sesuatu dan diapun langsung tertawa terbahak-bahak. Dia, tentu saja selalu memaafkan kakaknya ini. Tapi saya ……??? Saya tidak akan melupakan kejadian hari ini. Saya tidak akan memaafkan diri saya karena hal ini. Kamipun cerita tentang keberangkatan saya ke Kalteng. Dia tertawa mendengar kalau yang berangkat ternyata cuman saya cewek sendiri. “Kayak Ranma 1/2 aja “ katanya. “Kamu semakin diragukan, cewek atau cowok wakkakakaka…….”. Begitulah, akhirnya dia pun tertawa. Tapi saya belum merasa tenang. Ntar malam, pasti ditelepon lagi. Sekalian pamit ke Bapak n Ibu mohon doanya, agar perjalanan ini lancar dan saya beserta rombongan selamat sampai di tempat tujuan.

Sekali lagi, Buat Gek Risna, met ultah ya…… Sehat dan sejahtera selalu. Moga semua hal yang tidak kamu dapatkan dulu, bisa kamu raih sekarang. Masa depan masih panjang dan manfaatkanlah ilmu yang sudah didapat. God Bless U day by day. Mbo Nia minta maaf dan semoga kita bisa menjadi anak yang suputra kepada orang tua. Astungkara.