Aihhh……udah lama sekali rasanya tidak nge-blog. Bener2 saya sibuk niy. Sibuk macam2. Sibuk nga jelas qeeqeqeeeq………aslinya mondar mandir aja hehehhe. Ok cerita berakhir pas tgl 9 April yah…. 8-| lama banget ya.
Rasanya kita lanjutkan ke tgl 12 April aja. Apa yang terjadi niy. Sip sip begini niy ceritanya. Seminggu sebelumnya, saya kerja rodi menyelesaikan 5 materi untuk training. Dan masing2 materi bisa terdiri atas 3 modul. Setelah materi selesai tiba saatnya masuk Lembaga Sensor Modul, dan hasilnya ada yang ditambahin dan syukurnya nga ada yang diedit ihihhihiih……. Mulai lah proses yang namanya nge-print. Karena jumlahnya berlembar-lembar dan saya takut diomelin, akhirnya ke kantor selalu subuh *jam 6-an :D *, dan masalah yang terbesar adalah proses fotocopy. Weiksss…..kagak bisa menggunakan niy mesin hiihihihiih……..

Bos pun cuman ngasi ID dan Passwd Departement. “Payah kata beliau”, tapi kenyataanya emang begitu. Akhirnya setelah mengalami pendalaman pemikiran dan sedikit menenangkan diri, saya pun pergi Sambas IV, malam sebelum training. Disana dengan konsentrasi tinggi dan di lantai 3 orang2nya tinggal dikit mulailah proses pembelajaran. Mas Eko OB pun menunjukkan jalan pertama. Setelah itu saya melanjutkan. Fotocopy bolak-balikpun bisa dilakoni. Empat belas copy-an dan terdiri dari 13 halaman bolak-balik. Belum gembira waktu itu karena hanya menyelesaikan satu modul dari dua yang harus di fotocopy dan waktu sudah menunjukkan pukul 8.35 pm, sudah ada yang menunggu di ruang tamu….. :D ;). Saya pun puas dengan hasil yang didapat. Yah hitung2 klu pensiun nanti saya bisa buka bisnis fotocopy kecil2an. Rasanya dunia waktu itu gelap, cuapeexxxx pooolllll…….tapi hari itu belum berakhir. Sang tamu yang datang dari jauh pun mentraktir makan di “Genting Merah”. Sambil cerita banyak dan karena saya udah masuk taraf lelah luar biasa, akhirnya ngomong pun ngawur, ketegasan dalam tiap kata terdengar menyakitkan oleh “sang tamu”. Tapi waktu itu mata beratnya udah 1 ton. Jam 11-an saya pulang. Wuihhhh nga tahan dengan kantuk yang amat sangat. Alarm pun disetel jam 5, pagi2 saya musti balik lagi ke Sambas IV untuk fotocopy modul yang lainnya.
Keesokannya, saya terbangun oleh suara alarm HP, dengan langkah yang sangat berat saya bergegas masuk kamar mandi. Ganti pakaian dan siap2 berangkat. Telepon pun bunyi, “sang tamu” pun menunggu di depan warung untuk mengambil barang yang dititipkan ke saya. Sambil mengantar ke kantor saya pun tau, kalau “sang tamu” melewatkan malam yang sangat tidak menyenangkan karena kata2 saya semalam. Jam 6-an, saya tiba di kantor, OB pun baru ada 1 orang plus seorang satpam. Bergegas naik ke lantai 3 yang masih gelap dengan segelas teh panas. Kabel dicolokin, power on, dan proses fotocopy dimulai. Jam 6.30 am, semua sudah selesai. Saya kembalikan ke posisi awal, seolah-olah sebelumnya tidak ada yang menggunakan tuch mesin heehhhe….. *kayak penjahat *. Balik ke kos ambil notebook habis itu pergi Sambas III, mulai pekerjaan lainnya. Pagi itu juga saya menyelesaikan sesuatu, sms “sang tamu” agar tidak kepikiran dengan kata2 yang agak keras malam sebelumnya dan menenangkannya. Satu masalah selesai, tinggal yang lainnya niy. Setelah makan siang, sisa2 siksaan hari2 sebelumnya ternyata masih membekas, ngantuk pooolllllll…..hampir2 ketiduran dech ihihihih………
Suasana training Jam 3-an saya ke Sambas IV menyiapkan semua hal., sebelum peserta training datang. Jam 4 kurang, satu demi satu peserta pun datang. Dari yang mendaftar 13 orang, yang datang ada 9 orang. Training ini tentu saja dibuka oleh My Boss….karena training perdana dan diselenggarakan serentak di Kantor Pusat maupun di Kebun Wilayah I dan II. Setelah 5 menit, baru lah giliran saya komat-kamit di depan ruangan. Dibantu oleh boss, training pun berjalan lancar. Para peserta merespon dengan baik. Para peserta terlihat antusias menerima, padahal ini adalah hal yang basic banget. Sekedar mengingatkan kembali siy, meskipun mereka terbiasa menggunakan sehari-hari hehehhe….. Dilihat dari peserta, terdiri dari banyak tingkatan, dari staff departement sampai staf GM pun ikut hadir. Mata yang ngantuk mendadak berbinar-binar. Satu jam berlalu tapi masih ada materi yang belum. Akhirnya ditambah 30 menit lagi, tapi tetep aja belum cukup. Akhirnya dilanjutkan dipertemuan berikutnya. Haaaaahhh………lega sekali melalui hari tersebut. Saya pun kembali ke Sambas III. Badan yang capek pun jadi nga capek. Setelah browsing2, saya pun menemukan “mainan” baru, dan tidak terasa satu demi satu temen2 sudah pulang. Sampai akhirnya tinggal saya sendiri. Dan waktu itu udah jam 9. Uhhh………belum capek karena masih penasaran dengan “mainan” tersebut. Lanjutkan di rumah akkhhhh….pikir saya. Dan segera pulang hehehe……….. pulang membawa 2 notebook, satunya punya Bang Alex, kebetulan anak2 PD sedang melakukan bakti sosial untuk anak2 jalanan. Di kos pun “mainan” tersebut di otak-atik. Mengingatkan saya akan sesuatu hal yang pernah digunakan bahkan akan terus saya gunakan, hanya saja kali ini berpisah dulu sebentar.

Saya lanjutkan ke training kedua aja. Sekalian niy judulnya khan Training & Trainer hehehhe……..

Ok, training kedua itu tanggal 17 April. Sebelumnya saya sudah menyiapkan modul yang di fotocopy. Plus daftar nama2nya ;). Jam 03.30 pm saya berangkat ke Sambas IV, namun sayang sekali ternyata ruangan tersebut digunakan meeting HRD+GM. Wataaaawww……….akhirnya lokasi dipindahkan ke Sambas III, haihhhh…..capek banget waktu itu. Saya minta tolong ke Pak Andri untuk nganterin. Bawa notebook dan 1 plastik modul. Jelas capek niy bahu dan lengan. Sampai Sambas III. Ruangan meeting masih berantakan dengan makanan n minuman, habis dipakai meeting oleh PAD. Disuruh manggil OB untuk bersihkan. Tapi bayangan mereka tidak terlihat. Akhirnya saya sendiri yang membersihkannya. Sebenarnya ngapapa siy. Saya ikhlas melakukannya, meskipun yang ngelihat pada geleng2 kepala dan membantu mencarikan OB. Tapi seperti tradisi, apa yang bisa dikerjakan sendiri maka kerjakan sendiri aja. Ruangan bersih dan OB yang datang tinggal nge-lap tuch meja.
Colok sana colok sini dan kembali niy Notebook mengalami yang namanya *kegalauan*, setiap di restart dia malah mati hehehe…….karena udah biasa, akhirnya jalan biasa pun diambil, copot baterai dan pakai kabel power aja. Si Notebook hidup dan kembali berpetualang bersama saya.
Training 2 Hari tersebut training ttg Excel. Awalnya yang datang cuman sedikit, tapi kemudian anggota Sambas III mulai memenuhi kursi. Jadilah peserta 11 orang. Acara pun dimulai. Melanjutkan modul yang belum selesai, yaitu Browser. Baru dech ke Materi Excel. Sebelum mulai materi ini, saya sudah mengatakan bahwa ini hanyalah basic, dan saya tau dengan pasti orang2 disana tau lebih banyak bahkan rata2 diatas saya. Saya musti jujur dengan kenyataan ini. Seorang trainer belum tentu tau segalanya. Saya menyadari akan kemampuan diri dan ikut belajar bersama-sama, meskipun materi ini saya yang menyusunnya. Ada 2-3 orang yang saya perhatikan selalu menertawakan gerak gerik dan kata2 saya. Mungkin dikira saya tidak memperhatikan karena saya komat-kamit di depan dan kadang keliling melihat-lihat apa yang dikerjakan oleh peserta. Tapi tetep saja saya belajar dari Ibu, bahwa seorang guru pasti tau, mana yang bener2 menyimak, mana yang main2, mana yang ngetest, mana yang menyepelekan, mana yang hanya sebagai tim penggembira. Waktu itu saya tidak peduli. Tapi butuh keberanian besar berdiri disana dan berbicara. Seperti pepatah, “bagai membuang garam ke laut”. Dan hal ini terbukti dengan hasil polling, bahwa mereka lah yang memberi nilai jelek ke saya. Trainer sama sekali tidak menguasai materi :D :D :D.
Selesai training, saya sudah puas karena sempet membuat mereka bingung juga untuk menjawab soal2 latihan. God Job Kania, Well Done kata saya dalam hati.
Seseorang pun tersenyum dan mengucapkan selamat dan datang seorang lagi, God Job katanya. Satu orang aja udah cukup apalagi 2 orang. Cukup membuat saya sombong wkakaaakkaka………… Hasil evaluasi: semua berjalan baik, terjadi banyak diskusi dan sharing ilmu. Keluar dari ruangan, setelah sebelumnya beres2 ruangan, seseorang datang dan menanyakan apakah bisa saya memberi training kepada calon KASI keesokan harinya. Saya menjawab singkat, Bisa, Materi Apa ?? Nantang niy ceritanya qeqeqeqeeq………masih sakit hati ihihihiih……… saya sendiri akhirnya yang menyusun materinya.
Training keesokan harinya berjalan perfect, semoga mereka masih ingat hal2 penting yang akan mereka gunakan disana, saya akan memantau perkembangannya dan membantu sebisa mungkin kalau mereka berlima ada kesulitan. Sudah pasti itu dan saya sudah bertekad akan hal tersebut.
Yang pasti perjuangan membuat modul Intermediate akan lebih menyiksa dari sebelumnya. Karena ketika ngbrol2 dengan beberapa orang, ternyata ada yang ikut cuman mau lihat sejauh mana kemampuan saya dan akan melakukan fit n propertest. Saya tertawa saja mendengar hal itu, I don’t care. Memang siy, saya sudah memikirkan hal ini secara mendalam, waktu itu pernah kepikiran klu saya mundur aja, agar tidak menggangu peserta yang pintar. Tapi kemudian hasil berpikir mendalam memberikan keputusan bahwa saya harus melanjutkannya. Sampai bener2 disuruh berhenti atau ditendang hehhehehhe……. Hal itu pun semakin dikuatkan dengan sms yang masuk. “Harus bertahan “.
Waktu itu jawaban tambahan dari saya kepada salah seorang peserta “saya juga masih belajar koq”. Sang penanya : “wah bagaimana tuch trainernya aja masih belajar gimana pesertanya?? Kania : “ Memang resource trainernya kurang makanya belajar, kata saya sambil tertawa. Keknya nga cocok jadi dosen dech :( :(. Tapi materi selanjutnya, sepertinya sudah saya kuasai dengan baik. Jadi tinggal menghidupkan suasana kelas saja :D. Yah semua selalu selangkah demi selangkah. Pokoknya belajar belajar dan belajar. Dan Tuhan selalu menyelamatkan saya di titik2 kritis. Terima kasih Tuhanku yang sangat saya cintai. “Om Namo Shivaya”