Sehari sebelumnya, saya mendapat sms dari sahabat tercinta, Fajar. Udah lama nga dengar kabarnya tiba2 dia sms. Setelah basa basi di sms pertama, kedua dan ketiga, di sms keempat, dia bilang kalau sempat mau main. Wah langsung saja saya bilang “main ket4q, klu nga aq bs mt kebosnan” :D. Gayung bersambut, Fajar yang selalu baik tetap baik meskipun kami sudah tidak bertemu selama 5 bulan. Sekarang tergantung Handa, sahabat tercinta lainnya. Dan diputuskan, kalau tidak ada halangan, mereka akan datang hari Minggu kt4 saya. Semalam badan udah meriang. Jadi benar2 kesedihan yang ada di hati menular ke kondisi fisik uhhh….sebel :( :(.
Pagi tadi, jam 9-an berangkat ke kantor, meskipun kondisi udah nga sehat. Ada hal yang musti diselesaikan. Check inet masih belum bisa. Uhhh…..nga jadi upload dech. Tapi mau bilang apa. Setelah 2 jam mengerjakan sesuatu, saya pun pulang ke kos. Dan konfirmasi ke Fajar, apa mereka jadi kt4 saya. Sampai kos, sms kedua diterima, kalau bisa saya aja yang ke Bekasi, soale Handa belum datang ke rumahnya. Pulang ke Jakarta pasti diantar. Sambil tiduran, saya pun bilang tidak bisa untuk ke Bekasi dengan kondisi saya yang nga labil. Fajar pun menyuruh menunggu, sambil menunggu Handa yang belum datang. Dalam kondisi yang tidak enak buanget…..saya langsung tertidur dengan berselimut tebal, udah lemes dan kedinginan. Badan pun meriang meriang. Jam 1 siang, Handa sms “Nia…ak n fajar kt4mu skrg..km siap2 ya, mandi yg wangi cos mau djmput org ganteng hehe…”. Waaaa…..langsung bangun dan balas tuch sms “aq dah mandi, udh cantik dari dulu, aq tunggu kedtangn org ganteng menjemput putri yang ayu heheh…”. Wakakakka…..hati langsung bersuka cita *lupa klu lagi nga enak badan *. Namun sayang, hujan deras mengguyur. Sambil terus berdoa agar hujan reda saya menunggu mereka. Jam 02.30, Handa sms, klu mereka udah sampai di Plaza Blok M dan menunggu di lobby selatan. Karena tidak mau dijemput, sambil kehujanan saya bergegas menemui mereka. Sampai di lobby, saya clinguk2 mencari bayangan mereka, akhirnya dibelokan pas mau naik ke lantai 2, saya menangkap bayangan kedua sahabat yang sudah lama tidak saya jumpai. Tapi dasar jahil, saya yang udah tersenyum dan bergegas kearah mereka, malah dicuekin dan mereka berjalan lurus seolah-olah tidak kenal saya. Sambil mendengus kesal saya pun bilang, “kalau dicuekin aku nangis aja “. Kontan mereka langsung tertawa sambil berjabat tangan. Saya cubitin mereka satu2, sebel banget tapi senang bisa bertemu. Kami malah ribut2 di lobby, seperti kebiasaan di Jogja, saya selalu jadi bahan kejahilan. Entah kenapa, Fajar n Handa selalu ngejahilin. Sejak kenal ampe sekarang masih nga berubah. Fajar langsung nanya, “mau makan apa langsung beli tiket ?”. Handa : “lihat dulu jam berapa mulainya”. Kami langsung ke lantai 7. Melihat jam berapa Naga Bonar Jadi 2 mulai. Yahhhh….kami telat 15 menit. Akhirnya nonton yang jam 5. Sambil menunggu kami pun makan. Seperti kata Fajar : “kamu pasti belum makan, mukamu dari dulu kalau belum makan pasti begitu “. :D :D Kami makan di Hot Planet * pesennya pecel lele wakakka…….*. Ruangan itu pun penuh dengan gelak tawa n suara kami bertiga. Orang2 disebelah melihat dan yah….sepertinya agak terganggu. Tapi saya tidak peduli. Kami terus ribut ampe selesai makan n waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Terus saya nungguin mereka di depan Mushola di lantai 5, jam 04.30, kami kembali ke atas, sambil menunggu jam 5. Di 21, keributan kembali terjadi, gelak tawa, kejahilan dan suara2 kami sepertinya terdengar kemana-mana. Waktu ditanya apakah saya udah sembuh atau masih sakit, dengan tertawa saya menjawab kalau saya langsung sembuh ketika melihat mereka. Jadi lupa kalau sedang sakit dan karena hatinya senang n bahagia, kondisi fisik pun berangsur-angsur pulih. Kami banyak bercerita tentang masa lalu, masa kini, rencana2, dan terlebih lagi tentang Jogja tercinta. Kangen akan kota Gudeg semakin menjadi. Dan kerinduan akan teman2 di kota tersebut pun membuat saya lebih bersemangat menyongsong datangnya bulan Mei :D :D. Baru kali ini saya tertawa terbahak-bahak, baru kali ini saya bercerita bersemangat tanpa mengecilkan volume suara, baru kali saya merasa bahwa saya berada diantara sahabat2, baru kali ini merasa bahwa saya tidak berada di Jakarta. Suasana Jogja kami pindahkan ke ruangan tersebut. Selama saya disini, belum pernah rasanya tertawa terbahak-bahak di depan orang banyak. Kalau ngomong agak kenceng dikit udah ada yang bilang…sssttss…sttsss…..tertawa terbahak-bahak udah dibilang sttsss….ribut. Aduh stress dech. Rasanya dunia saya dipersempit :D :D. Kalau tertawa saja disuruh pelan, itu bukan tertawa. Kalau bersuara saja disuruh pelan, itu namanya berbisik wakakakak….:D :D. Mungkin saya belum menyesuaikan diri kali yah, wong baru sebulan. Mungkin setelah 6 bulan, saya akan menjadi Miss. Pendiam *keknya nga mungkin dech :D :D, bisa diprotes orang :D *

Film yang dinanti pun dimulai.
Naga Bonar Jadi 2. Aduh kisahnya lucu banget. Saya nga usah certain yah, tonton aja, dijamin nga nyesel, malah pingin nonton lagi. Ceritanya tidak membosankan, kocak dan ada juga nilai2 luhurnya. Ada kisah sedihnya sampai saya jadi nangis *sentimentil selalu *. Keren banget. Dari awal ampe akhir perut kita dikocok terus. Film arahan Deddy Mizwar memang selalu dihadapkan pada realita, nasehat dan kesederhanaan, jangan lupa filmnya pasti lucu.
Habis nonton, saya jadi sedih lagi. Hiks hiks…..tak akan saya jumpai lagi sahabat2 seperti yang saya jumpai di Jogja. Mereka pun menenangkan saya, bahwa mereka pasti akan berkunjung lagi. Senang memang, tapi saya sedih harus pisah ma mereka. Rasanya keceriaan tersebut hanya sebentar datangnya. Besok, keceriaan itu akan berubah menjadi keruwetan. Saya harus bertahan sampai nurani mengatakan “cukup”. Terima kasih buat sobat2ku, Fajar n Handa yang telah hadir hari ini dan membawakan keceriaan. Terima kasih ya Fa, atas traktirannya hihihi…..

Sambil menulis blog, badan meriang lagi :( :(. Aduh….langsung masuk ke selimut dan kedinginan. Udah ngantuk n capek tapi mata tidak terpejam juga. Akhirnya buku “Bali Surga para Anjing” dibaca kembali. Tinggal 45 halaman lagi. Ditengah-tengah membaca buku tersebut, telepon pun berbunyi. Ternyata lelaki semalam yang pulsanya habis. Aduh……jangan jangan dech….. dan memang jangan jangan nya terbukti. Dia menanyakan apakah saya sudah memikirkan tentang ucapannya semalam. Saya yang “pura-pura “ lupa, menanyakan kembali, kata2 yang mana yang harus dipikirkan. Kayaknya dia gemes dan langsung dech bla bla bla bla. Duh Gustii…..kepala saya tambah berdenyut-denyut. Bulan depan katanya mau ke Jakarta nyusul saya untuk membicarakan semuanya. Wataaawww………..Tiiddaaaaaaaaaaaakkk…………berbagai jurus penangkal pun dikeluarkan. Sampai akhirnya dia “agak” mengalah. Dari suaranya langsung dech ketahuan kalau dia kecewa. Saya menolaknya dan melarang dia membicarakan tentang pernikahan ataupun lamaran. Aslinya niy cowok dikenalin anak kos PW14. Setelah hampir 30 menit berbantah-bantahan, yep dia kehabisan pulsa lagi heheeheeh…….. membaca pun dilanjutkan dan sudah selesai sebelum jam 10.30 pm. Kepala masih berdenyut-denyut. Aduh……apa yang sudah saya lakukan kepada pria-pria ini. Rasa bersalah karena menolak dan rasa rasa yang lain bercampur aduk. Sampai telepon berikutnya. Niy dari orang kantor. Menanyakan apakah saya baik2 saja. Saya tidak menceritakan apapun padanya. Malah sibuk membahas tentang computer. Meskipun tidak konsen, pikiran agak saya paksakan focus pada pembicaraan. Jam 11, mata dipaksa untuk terpejam, pikiran berusaha dikosongkan.