7 Apr
Setelah membaca buku The Firm, saya pun melamun. Hidup seperti apa yang sebenarnya saya inginkan. Setelah mengingat-ngingat semua yang saya lakukan dan terjadi, akhirnya saya mencapai suatu kesimpulan, bahwa kelak di usia 45 tahun saya sudah sangat ingin pensiun dari hiruk pikuk kehidupan kota yang sangat menyebalkan, menyingkir dan menghabiskan waktu untuk membaca buku2 *mungkin membaca ulang beberapa buku *, duduk di kursi yang empuk dan sebuah perpustakaan kecil ada disebelah saya, dengan pemandangan hujau menghampar di hadapan. Wah… itu berati tinggal di pedesaan. Berkebun, yah seperti Miss Marple atau Don Corleone *setelah pensiun *, gemar sekali berkebun
:D.
Dan melaksanakan kegiatan lain *yang baru saya sadari beberapa hari belakangan ini *, saya ingin menghabiskan waktu yang tersisa berkecimpung di dunia pendidikan. Seperti ibu saya, menjadi guru SD
;). Saya membayangkan diri dikelilingi begitu banyak anak2 ….……menjadi guru di suatu desa terpencil :D. Bagaimana ibu mengajari anak2 kecil yang kadang untuk buang air kecil pun masih di celana heheheh…..beliau guru kelas 1. Mengajari membaca, menulis dan hal2 berat lainnya. Seorang guru SD apalagi mengajar kelas 1, tugas yang berat khan. Orang kadang tidak menyadari betapa berat menjadi palang pintu pertama. Mungkin karena saya dari kecil tinggal di Mess, jadi pengaruhnya masih ada sampai sekarang. Usia 45 tahun, Tia n Rian sudah berumur hampir 30 tahun. Dan itu artinya mereka sudah mandiri. Mungkin Risna sudah mempunyai keluarga sendiri begitu pula Tia n Rian. Dan saya, tidak pernah tau
:D. Saya siy tidak khawatir ma Risna, hanya Tia n Rian yang masih kepikiran. Karena mereka masih SD. Uhhh….12-14 tahun lagi mereka baru lulus dari kuliah, semoga saya sanggup membiayai mereka. Yang saya pikirkan sekarang adalah cicilan rumah dan biaya sekolah adik2. Lainnya seperti luput dari perhitungan.
Dalam minggu ini, ada beberapa orang yang menanyakan kapan saya akan menikah. Saya tidak kepikiran kesana malahan. Mungkin pikiran itu sempat melintas, tapi melihat kenyataan, untuk sementara itu tidak mungkin untuk dipikirkan dengan berat berat berat banget. Yang penting ya 2 hal yang diatas itu tadi. Bahkan saya dikasi tau, kalau udah 26 tahun bakal nga ada yang mau ma saya hehehehhehe………karena ketuaan. Tapi saya cuek2 aja menanggapinya. Bahwa betapa beratnya persalinan di atas umur 30 tahun waaakaakakk…….saya siy udah tau ttg itu n tanpa dinasehati pun saya sudah mengerti dengan jelas. Tapi jika mereka mereka ada di posisi saya…..saya yakin mereka akan berpikiran sama dengan saya ;). Arhhh….dengan banyak hal yang telah terjadi, saya rasa pikiran itu hanya akan menjadi pemanis diantara beban yang ada di pundak ini heheheh….. *jgn ada yang tersinggung loh ya….*. Kasihan juga yang jadi pacar saya, harus menunggu bertahun-tahun dan akhirnya mungkin akan pergi dan menikah dengan orang lain hehehehe……tapi jika memang itu yang terjadi, saya mau bilang apa. Menunggu bukanlah sesuatu yang menyenangkan.
Jadi ingat Sabtu yang lalu……di tengah malam, tiba2 ada sms masuk, pakai Bhs Ingg
:D. Menuliskan kata2 cinta dan meminta saya jangan marah dengan kata2nya. Sambil menekan huruf2, saya tertawa terbahak-bahak. Singkat yang saya tulis “maksudnya apa niy “ :D. Sang lelaki langsung menelpon, dan meminta maaf kalau kata2nya menyinggung perasaan. Saya jadi nga tahan n tertawa terbahak-bahak. Akhirnya dia memulai prolognya yang berkepanjangan. Mengatakan bahwa dirinya sekarang sudah bla bla bla bla………dan akhirnya dia ingin mempunyai keluarga. Arahnya siy sudah jelas hihihhi…..tapi saya tetap menampakkan ketololan
:) *saya memang jahil dan kurang ajar
*. Saya hanya mengatakan terus terus terus dan terus…..sambil sibuk mainin mouse *lagi main game
*.
Waktu itu dia menanyakan, kalau sms seperti itu, apakah si wanita akan menerimanya. Saya bilang “ya tergantung wanitanya, suka nga ma kamu “ hihiihihi…..akhirnya dia mengatakan “bagaimana kalau latihan aja, kamu sebagai si wanitaâ€. Dengan geli saya mengatakan, “oke lah karena saya temanmu mau bantuinâ€. Ahirnya dia mengatakan juga uneg2 dihatinya. Saya terus tersenyum geli mendengar semuanya. Setelah dia mengungkapkan isi hatinya dengan terbata-bata *katanya latihan loh, tapi serius banget *, terus meminta jawaban saya. wakakaakka…..jelas saya ketawa, saya bilang “loh mau jawaban apa, khan bukan saya wanitanya, mending kamu katakan sendiri ma wanitanyaâ€. Katanya : “menurutmu dia akan menerima saya nga ya “. Saya bilang : “nga tau, kamu tanyain aja ama si wanita, jadi jelas nga menduga-duga “. Akhirnya yang saya tunggu2 pun keluar “wanitanya itu adalah kamu, maaf saya sudah suka ma kamu dari dulu n bla bla bla……â€. Inilah yang saya tunggu. Bukan karena saya akan menjawab IYA, tapi lebih ke arah pelurusan suatu hubungan. Saya sudah tau dari dulu dari gelagat n tanda2 lainnya. Karena itu saya selalu tidak memberikannya kesempatan dan terkesan menghindar darinya, saya harus minta maaf akan hal ini.
Saya pun menjawab dengan hati2 dan serius karena saya tidak ingin melukai hati pria ini. Kata2 nya tidak usah saya tulis, karena saya lupa apa yang saya ucapkan *lupa sedikit maksudnya :D*, tapi saya bersyukur tidak membuatnya sakit hati ataupun marah ;). Saya mengingatkan kembali komitmen yang terjadi awalnya. Bahwa kami akan menjalin suatu persahabatan. Tidak lebih. Dan saya tidak pernah melanggar komitmen akan hal ini. Belum pernah saya pacaran ma teman sendiri ehehehhehe…. *lha wong pacaran baru 2x :â€>:â€> *.
Jadi komitmen harus dipatuhi dan itu merupakan Undang Undang bagi Kania. hehehehe….jadi dengan minta maaf dan penuh penyesalan saya menolaknya. Ketika itu dia agak nga terima dan bernegoisasi, “bisakah kita membatalkan komitmen awal bahwa kita hanya akan menjadi teman? “. Tentu saya jawab “Tidakâ€. Dia bilang saya keras kepala. Sambil tersenyum, saya bilang “saya memang keras kepala, dan kamu tau itu dari dulu “. “Selalu begitu, apa tidak ada yang bisa mengubah keputusanmuâ€. Pertanyaan yang gampang dijawab, saya bilang “ Tidak adaâ€. Nah satu lagi sifat yang sama sekali tidak bisa diubah, saya selalu keras kepala. Dan biasanya susah sekali membatalkan keputusan yang sudah dibuat. A tetap A. B tetap B. Kecuali ada pertimbangan lain yang memang logis dan sesuai dengan hati. Saya sangat percaya dengan nurani :D.
Rasanya aneh sekali mendengar bahwa ada yang mengatakan kata2 cinta. Saya merasa diri sudah tua akan hal2 seperti itu weleh welleh……walaupun usia baru 24 tahun tapi untuk hal itu sepertinya aneh ditelinga n jadi geli sendiri 8-| . Saya sangat menghargai perasaanya dari dulu, meskipun saya tau tentang hal itu saya berusaha menjelaskannya dengan tindakan n kata2 yang sifatnya menjelaskan bahwa hubungan ini tidak akan pernah lebih dari persahabatan. Beberapa kali di telepon saya mengatakan, bahwa saya sahabatnya dan begitu terus agar dia tetap ingat dan tetap di jalurnya. Hanya saja, dia mengubah jalur tersebut dan saya pun sudah bersiap-siap akan hal itu. Saya tidak ingin kehilangan teman. Sahabat susah dicari. Dengan mengubah status sahabat menjadi pacar akan mengubah segalanya. Saya paling tidak suka mengubah jalur :D. Kaku mungkin yah tapi itulah komitmen, terkadang lebih mahal dari sebuah janji ;).
Akhirnya dia mengalah, tapi kata2 terakhirnya, saya agak tidak suka mendengarnya…….bukan kepada diri saya tapi itu akan merugikan dirinya sendiri. Dia mengatakan “saya akan tetap menunggu sampai kapan pun dan selalu menunggu kepulanganmu “. Seperti tulisan di atas, tidak ada gunanya menunggu saya. Akan sia2 saja dan komitmen tidak mungkin dilanggar ;). Kami akan tetap berteman hanya itu.
Saya sudah setahun tidak bertemu dengannya. Tiap pulang saya seperti hantu. Datang nga da yang tau……balik juga nga ada yang tau :D. Saya suka main rahasia, seperti Mafioso wakakkakaka……
Yah begitulah, saya memimpikan hari tua di sebuah pedesaan. Mengajar anak2 dan sibuk dengan kebun serta tenggelam dalam buku2 dan mungkin juga menulis
:D, ikut kegiatan keagamaan dan kesenian, saya ingin belajar megambel *tapi kayaknya ketuaan :D*. Pedesaannya pun udah jelas di pikiran dengan sungainya yang jernih mengalir dengan indah. Kehidupan masyarakat yang masih penuh dengan suasana kekeluargaan. Hanya saja, apakah 20 tahun lagi t4 itu akan tetap sebuah pedesaan atau menjadi hiruk pikuk seperti kota.
Tak disangka, saya mengerti akan apa yang paling diinginkan dalam hidup setelah meninggalkan rumah bermil-mil jauhnya dan dalam waktu yang lama. Kekerasan hati untuk melakukan apa yang ada dikepala saat itu akhirnya terjawab oleh kejadian-kejadian yang terjadi beberapa minggu belakangan. Saya sekarang tidak ngoyo untuk begini dan begitu, bahkan impian saya untuk menginjakkan kaki di negeri sakura pun tidak sehebat dulu. Saya hanya ingin…….ya seperti diatas. Menjalani hidup dengan tenang dan damai tanpa himpitan dan tekanan. Hidup yang memang sudah digariskan oleh Tuhan dan saya harus berjalan di jalan yang telah dipilihkan oleh-Nya. Jika pun nanti saya mendapat kesempatan yang luar biasa, itu pasti sebuah hadiah lain yang diberikan-Nya pada saya. Saya umat-Nya yang sangat bodoh sehingga saya tidak pernah mengerti pesan2 yang disampaikan. Semoga saya akan lebih mengerti seiring berjalannya waktu dan yang lebih penting, lebih bijak dan sabar dalam menghadapi semua ujian yang diberikan-Nya.
Oh ya, apakah http://ka-nia.com pada saat itu templatenya masih hijau ?? Mungkin akan tetap hijau, menggambarkan suasana t4 tinggal saya nantinya heheheh…… Hanya menerawang dan berkhayal, apakah Tuhan akan mengijinkanya ??
5 Responses for "Menerawang Masa Depan :D"
yang udah hampir 4 tahun aja nunggu kok…masak yang baru nanya mau cepet jawabannya…heheheh
gak adil dong…
ibarat orang ngantri nasi goreng…yg pesen duluan dong dilayani, kl yang pesen belakangan dilayani duluan…wah bisa ngabur tuh pelanggan :lol::wink:
wakakakka…..yup harus itu. Harus antri….tapi emang jualan nasi goreng :mrgreen::mrgreen:
Lha jawaban untuk yang antri belakangan udah pasti koq… TIDAK yang antri berikutnya juga TIDAK. Nga dijual koq nasinya wakkakak…………:mrgreen:
Silahkan beli di warung2 yang lain:twisted:. Soale yang jualan, nasinya tinggal sepiring, jadi untuk dia doank tuch nasinya :wink::wink:
wah….proudly present nih….cihuyyyyyy….:lol:
btw boleh nyicipin nasi goreng nya ga?…sedikiiiit aja.:oops:
dah laper banget nih…habis long trip
wakakakaka………jelas nga bole. Wong cuman untuk penjualnya aja koq. Maaf siilahkan anda mencicipi nasi goreng di warung2 sekitar anda.
Kalau lapar khan nga harus belanja di satu warung
:mrgreen:just kidding u know….
wah, sorry nggak biasa jajan diluar, enakan masakan mama sendiri dirumah
dari sejak daku kecil selalu dipesan..jangan jajan sembarangan lo, ntar sakit hahahaaha
Leave a reply