Lima puluh tahun yang lalu, di sebuah desa yang bernama Desa Nyalian, Kecamatan Banjarangkan 21 April 1957, lahir seorang bayi perempuan, putri ke-4 dari pasangan suami istri Jero Tanjung dan Tjokorda Ngurah Bharata. Bayi perempuan tersebut diberi nama Anak Agung Istri Kendran. Dalam keseharian si anak perempuan terkenal pintar dan galak. Tapi periang. Sekolah menjadi prioritasnya. Naik sepeda kesekolah yang jaraknya berkilo-kilo pun dilakoni. Menggunakan alat2 tulis yang seadanya. Tapi perjuangannya untuk mendapatkan pendidikan sangatlah tinggi. Oleh karena itu dia selalu menjadi terbaik di kelasnya. Sampai dia menyelesaikan pendidikan di Sekolah Pendidikan Guru (SPG). Namun semua yang dicapainya saat itu merupakan perjuangan yang sangat berat. Waktu SPG dia tinggal jauh dari orangtuanya. Tinggal bersama tantenya. Disana, diapun mengerjakan semua pekerjaan rumah dan disayang oleh semua penghuni rumah tersebut. Ketika SD-SPG dia merupakan salah satu atlet lari yang diperhitungkan. Olahraga menjadi aktivitas lain selain belajar. Voli merupakan kegemarannya. Tidak hanya di bidang olahraga, dunia kesenianpun tidak luput untuk dipelajari. Seni Tari, Drama Gong dan Gamelan pun dikuasai. Menjahit, memasak, merapikan rumah, mejejahitan dan segudang pekerjaan wanita pun dikuasainya. Hanya kadang dia tidak bisa mengendalikan emosi dan keras kepala. Selain itu dia dikenal periang dan ramah. Dan orangnya sangat disiplin.
Seorang pria tidak kenal lelah mengejarnya. Seorang pria yang merupakan tetangganya. Pria itu bernama Ida Bagus Nirwana. Pada akhirnya sang wanita pun jatuh cinta. Awalnya hubungan mereka dilakukan sembunyi-sembunyi, sampai akhirnya ketahuan oleh Ayah si wanita. Pernikahan pun diadakan tanggal 25 Maret 1979 dengan segala keterbatasan yang ada. Menjadi seorang istri pun dilakoninya dengan sebaik-baiknya. Berbagai masalah menimpanya. Namun, dia tetap tegar mendampingi suaminya, apapun keadaannya. Kesabaran, ketegasan dan kedisiplinan adalah ciri khasnya.
Putra pertama pun lahir tanggal 25 Juni 1980. Putra yang diberi nama Ida Bagus Joni Indrawan. Namun sang putra hanya bertahan 1,5 tahun, putranya pun meninggal oleh penyakit yang “aneh”. Itulah saat keterpurukannya. Beberapa kali dia berusaha mengakhiri hidupnya. Terjun ke sungai dan hal lainnya. Dua tahun sejak kelahiran putra pertamanya, tepatnya 16 Oktober 1982 lahirlah putrinya yang kedua dan diberi nama Ida Ayu Kurniadewi. Hanya berselang beberapa bulan, sang wanita dinyatakan hamil. Tanggal 4 Mei 1984, lahirlah putri yang ketiga dan diberi nama Ida Ayu Risna Kumaladewi. Disini hidupnya di uji kembali, banyak masalah yang terjadi. Kekuatannya untuk bertahan hanya karena putri2nya. Putri2nya pun dididik dengan keras dan disiplin yang tinggi. Di pertengahan tahun 90-an, sang wanita dinyatakan hamil. Tanggal 21 Desember 1995, lahirlah putrinya yang keempat, dan diberi nama Ida Ayu Sintiadewi. Hadirnya sang bayi membuat suasana rumah banyak berubah. Tanggal 8 Agustus 1998, lahir putrinya yang kelima dan diberi nama Ida Ayu Endriyanadewi.
Dia tidak hanya hanya menjadi seorang istri, dia menjadi seorang ibu, seorang wanita dan menjadi seorang guru, juga menjadi inspirator bagi putri2nya. Ketegaran, kemandirian dan kekuatan untuk menjalani ujian hidup menjadikannya seorang ibu yang luar biasa.
my lovely mother
Selamat Ulang Tahun Ibu. Semoga selalu diberi kesehatan, umur yang panjang dan kebahagian oleh Tuhan. Dan selalu dilindungi dan diberkati dimanapun dan kapanpun. Maafin Nia ya, belum bisa memberikan yang terbaik, belum bisa jadi anak yang berbakti, selalu nyusahin. Anak yang paling nakal dan keras kepala, selalu menentang dan selalu pergi dari rumah. Tapi janji Nia 16 tahun yang lalu pasti akan Nia tepati. Nia sayang banget ma Ibu. Meskipun selalu pindah tempat, masakan ibu selalu yang paling enak. Jadi kangen makan “jukut plecing dan jukut murab+be siap sisit+sambel matah” :D :D. Nia juga belum bisa ngasi ibu apa2 hiks hiks :(. Tapi mendengar suara Ibu pagi ini membuat Nia tenang dan tenang. Selamat Hari Kartini juga ya bu. Dan selamat atas rumah baru kita. Impian Ibu yang paling besar akhirnya terwujud.