Dua hari ini, saya membaca berita yang sangat mendebarkan di HP, keputusan belum lagi dibuat, datang lagi berita dari adik tercinta serta bunda tersayang. Apa mau dikata, menjadi menangis semalam dan tidak bisa tidur hingga jam 3 pagi. Jam 05.30 am telepon bunyi, ibu yang telepon…..dan selesai sudah…..saya pastinya tidak bisa menolak permintaan ibu apalagi nada bicaranya yang seperti memohon. Semalaman berpikir dan tidak menemukan titik temu ataupun jalan keluar dari kekerasan hati dengan hal yang di luar kekuasaan manusia. Yah saya hanya manusia, mungkin rencana saya sangat berbeda dengan rencana Sang Pencipta. Tapi tetep saja saya bersikeras meskipun mungkin saya akan dihukum karena hal ini. Tapi setelah mendengar ibu sendiri yang meminta, akhirnya semuanya saya anggap selesai. Saya hanya bilang, ok, iya tenang aja, segera, awal bulan, bilang agar tenang. Setelah itu telepon Risna, cuman bilang, ok tenang aja, segera, awal bulan…… :( :( :(. Saat menulis inipun masih terasa berat di dada bahwa sebentar lagi saya akan pergi, meskipun masih tinggal 2 minggu lagi, mungkin masih ada kesempatan, tentu saja saya tidak boleh terlalu berharap.
Semalam suntuk air mata ini nga berhenti mengalir, tissue berserakan dilantai, apa mau dikata, ini saat bagi si burung untuk kembali ke dalam sangkar, setelah berkelana jauh ke negeri orang, terbang bebas kemanapun yang dia suka. Yach selamat datang kembali peraturan dan larangan. Selamat tinggal kebebasan.
Sebelum pergi, ada beberapa orang akan saya kunjungi :
Pertama : Mba Eka, orang yang sudah menerima saya pertama kali ketika tiba di Jogja. Orang yang sangat baik dan penyabar yang dihancurkan masa depannya oleh seorang pria brengsek. Kesanalah saya akan pamitan karena untuk sementara ini mungkin nga bisa berkunjung lagi.
Kedua : Mba Endang, yang telah berbaik hati menerima saya dikeluarganya. Menganggap saya seperti adiknya sendiri. Teman kantor yang sangat menyenangkan dan orang yang paling cuek+ditakuti oleh anak buahnya.
Ketiga : Mba Ana, yang telah berbaik hati menerima saya bekerja di PT APL, sudah menganggap seperti adiknya sendiri. Mengenalkan pada saya dunia kerja sesungguhnya.
Keempat : Bapak Bambang PDP, orang yang paling berjasa dalam pendidikan saya. Dosen pembimbing sekaligus temen, kakak…..yang berbaik hati menerima dan menuntun dalam menyelesaikan skripsi dan hal lainnya. Teman curhat yang sangat baik. Beliau orang yang sangat baik, rasanya susah mengatakan hal lainnya mengenai beliau, orang yang paling saya hormati uhhh….* wah air mata langsung jatuh :( *
Kelima : Uji n Ulil…….Handa n Avic……..niy cowok2 yang baik banget. Kadang diantar jemput ma mereka. Mungkin nga akan tergantikan :(.

Beberapa tempat yang akan saya kunjungi :
Pertama : Pura Jagatnatha Banguntapan……Pura yang selalu saya kunjungi untuk kegiatan persembahyangan. Dulu saya pernah berkata, “akankah hamba diijinkan kembali kesini jika sudah pergi ?? “. Tapi dulu sekali, sampai sekarang saya masih sering kesana, entahlah esok. Tanggal 2 februari pas Hari Purnama, itu akan menjadi hari terakhir saya pergi kesana, jika tidak ada halangan lainnya.
Kedua : Kampus tercinta, t4 dimana saya menemukan hal yang berati dalam perjalanan hidup. Persahabatan, cinta, pengalaman, pendidikan, masalah dll, dst, dsb. Yang tak mungkin dilupakan adalah suatu tempat di bawah tangga. Multifungsi bisa sebagai tempat rapat klu ada kegiatan, tempat makan, koneksi gratis, tempat ngumpul2 dll, dsb,dst.
Ketiga : Peppermint, sebuah cafe bagi pecinta kopi dan ice cream. Tentu saja saya belinya ice cream, dan pesanan tetapnya Ice Cream Super Bowler. Niy tempat sangat bersejarah, t4 ngbrul2 ampe lupa waktu :(.
Keempat : Ramai Mall, tempat menghabiskan waktu bareng anak2 kos PW14, t4 membeli semua kebutuhan sehari-hari. Satu2nya mall yang saya kunjungi berkali-kali dan paling sering di ground floor hihiihhihihihi………..
Kelima : beberapa t4 lainnya, jika masih ada waktu. :( :( :( :(

Mungkin nanti akan ada 8 kardus besar yang akan saya bawa pulang. Entah berapa biaya pengirimannya. Ketika ingin membereskan beberapa barang, tangan ini berhenti, tidak niat n tidak tega mengurangi barang2 yang dipajang n memasukkannya ke kardus. Damn!!!! bener2 tersiksa sekali melihat kamar. Yah kamar No. 18, kamar pertama saya di Jogja n sekaligus menjadi penutupnya juga. Yang telah menemani selama hampir 6 tahun. Saksi dari segala hal, kesedihan, kemarahan, kebahagian dll. Tapi apa yang bisa dilakukan, sudah saatnya saya memenuhi janji 16 tahun yang lalu. Ibu sudah cukup menderita dan saya tidak boleh menambahi lagi. Sudah cukup menjadi sasaran kemarahan, ketidaksukaan, kecemburuan, iri hati. Saya hanya harus kuat demi beliau, seperti beliau yang sekuat tenaga memberi kehidupan kepada anak2nya. Segala yang saya lihat, dengar n rasa semasih kecil ternyata membawa pengaruh yang sangat besar ke psikologi n perasaan saya. Apapun yang saya lakukan nanti *meskipun dengan sangat berat hati meninggalkan kota ini* semuanya demi Ibu.
Ada beberapa orang yang mungkin tidak bisa saya temui. Teman dari jauh dan kakak yang baru pulang dari perantauan. Mereka akan mengadakan pertemuan di awal bulan Mei. Hanya sayang sekali, saya hanya bertemu dengan mereka sekali di bulan Maret 2005. Kemungkinan saya bertemu dengan kakak pun kecil sekali. Entah kapan bisa bertemu lagi. Hanya saja, pesanan bunga sakura n salju yang dibungkus * mungkin nga siy * keknya saya batalkan. Saya sudah tidak punya kebebasan lagi. Jadi segalanya akan kembali seperti dulu.

Tadi siang saya dijemput Uji untuk mengembalikan beberapa buku, saya cerita padanya sedikit setelah itu karena nga tahan saya masuk kembali ke dalam. Keknya air mata sangat mudah tumpah. Setelah tenang saya keluar lagi, hanya saja pertanyaan berikutnya membuat saya sedih, “terus aku gimana”, aku khan masih disini masak ditinggal, terus aku gimana”, saya hanya menjawab, “tolong jaga motornya ampe November saja, setelah itu semua akan diurus oleh Mas Ciluuk, karena harus menyelesaikan surat2 n pajak motor, setelah itu mungkin akan dibawa ke kalimantan. Tolong jaga adikku, klu dia agak bingung/nga ngerti apa2 soal komputer, bantulah klu ada waktu. Mungkin setelah ini, Mas Ciluuk pun tidak akan kembali ke Jogja”. *speechless* :( :( :( hanya bisa saling menatap aja dengan wajah yang sedih.
Harapan saya untuk kembali tetap ada, entah besoknya, seminggu, sebulan,setahun, sepuluh tahun kemudian ato sudah nenek2.
Aarrrgghhhh…..paling tidak bisa meninggalkan seseorang. Rasanya berat banget. Meskipun selama ini berjauhan, tapi tempat bertemu adalah disini. Apa yang akan terjadi selanjutnya saya pun tidak tahu, hanya selalu berharap…… ini semua TAKDIR.
TETAP SEMANGAT………….!!! BERJUANG……!!! INI SEMUA BUKAN AKHIR DARI SEGALANYA……. ;) SAYA PASTI BISA……..!!!! Dan satu lagi, selalu mencari kesempatan untuk berkelana ;)