Sehari menjelang upacara potong gigi, aku masih di Denpasar, Risna sibuk menguji ketahan beton-nya (untuk skripsinya), dan sorenya dia harus asistensi, meninggalku di warnet. Bapak n Ibu menelpon bergantian menanyakan jam berapa pulang heheh…..
Friendster nga bisa dibuka karena masih di – maintenance :D, masukkan beberapa lamaran n update blog :D. Secara tidak sengaja aku bertemu dengan teman sekolah waktu SMP, tambah tinggi n cakep qeqeqeeqe………Pukul 06.30 pm, aku dijemput ma Risna. Kelihatan kuyu n lelah karena ada beberapa hal di naskahnya yang harus diganti, ditambah n dikurangi hehhehe………kami bergegas berangkat ke Klungkung, ditengah jalan bapak menelpon * lagi *, menyampaikan pesan untuk beli makanan, karena tinggal kami yang belum makan. Sampai di Sengol waktu sudah menunjukkan pukul 08.05 pm. Beli tipat santok n martabak buat oleh2….. ketika hendak berangkat pulang, motor adikku tiba2 nga bisa distarter….aku terpaksa turun lagi. Setelah dicoba dengan kaki (apa ya istilahnya hhehehehe…….), motor pun hidup, tapi entah kenapa Risna ngeloyor pergi begitu saja, padahal aku belum naik…..hah…dasar aku ditinggal di parkiran……belum lagi diketawain oleh orang2 yang duduk disana, maluuuuuu banget, karena tadinya ketika motor hidup aku sudah mengangkat kaki untuk naik, untung nga jatuh. Kupanggil – panggil juga tidak didengar olehnya….dasar.
Aku telepon ke HP-nya nga diangkat-angkat. Terpaksa aku menelpon bapak, menceritakan kejadiannya n meminta tolong untuk menjemput. Aku duduk di depan BPD sambil tersenyum-senyum sendiri, mengingat kejadian barusan. Masih terus berusaha menelpon Risna. 15 menit kemudian Risna datang sambil ketawa, aku pun langsung tertawa terbahak-bahak….ampe air matanya ikut keluar, karena saking lucunya kejadian ini. Syukur aku ditinggal di deket Polsek, klu nga, mungkin dah khawatir juga.
Kami pulang sambil tetep tertawa-tawa, sampe depan rumah, bapak ternyata sudah ada didepan naik motor bersama Tia, mau menjemputku. Wajahnya sudah aneh dech, aku juga nga mengerti……sampe rumah, kami melihat pemandangan yang lebih aneh lagi, ibu di depan pintu sambil mengurut dada. Dengan cuek n santai kami masuk rumah n masih ketawa, ibu langsung menanyakan apa yang terjadi, bapak juga sudah di dalam rumah. Hal aneh yang kemudian terjadi adalah pernyatan orang tua kami, bahwa Risna meninggalkanku untuk menikah. Kontan aja kami berdua tambah tertawa……..kami berdua berpandangan n geleng2 kepala. Aku langsung bicara n menjelaskan. Tak disangka hal kecil seperti ini akan menjadi besar n membuat ortu kalang kabut. Kami berdua berdiskusi ttg hal ini, bagaimana jika hal tersebut bener2 terjadi, kenapa ortu belum siap mengenai hal ini. Itu adalah hal yang wajar bagi tiap anak perempuan. Usia kami yang sudah semakin tua, menurutku itu wajar saja, tapi dimata mereka kami masih anak kecil. Klu begini terus, bisa2 kami jadi perawan tua dech hahahahhaha…………kejadian ini makin membuka mataku, bahwa sampai detik ini, mereka belum siap 8-|, :).